Timothy John Entwisle: “Kebun Raya Bisa Untuk Kegiatan MICE”

Wednesday, 03 February 21 Harry
Prof. Timothy John Entwisle, Ketua International Association Botanical Gardens
Prof. Timothy John Entwisle, Ketua International Association Botanical Gardens.

Kegiatan MICE tidak hanya bisa diadakan di gedung beton di area perkotaan dan pusat bisnis. Ternyata, area kebun raya pun bisa digunakan untuk kegiatan MICE. Dengan keunggulan alam yang indah dan suasana yang jauh dari bising, kebun raya bisa menjadi lokasi acara-acara MICE tertentu.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai tugas dan fungsi kebun raya, serta kaitannya dengan industri MICE, majalah VENUE mewawancarai Profesor Timothy John Entwisle, Ketua International Association Botanical Gardens (IABG) yang juga menjabat sebagai Director and Chief Executive Royal Botanic Gardens Victoria, Australia. Berikut hasil wawancaranya.

Apa tugas dan fungsi utama sebuah kebun raya?

Ada empat fungsi utama sebuah kebun raya, yakni (1) mengumpulkan dan mempertahankan tanaman untuk keperluan penelitian ilmiah, (2) mengedukasi publik dan menyebarkan informasi mengenai tanaman, (3) menyediakan tempat bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan menghargai alam, serta (4) melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim melalui pengumpulan bibit tanaman serta pengembangbiakan tanaman langka dan terancam punah.

Dapatkah Anda memberi contoh pengelolaan kebun raya yang baik?

Pengelolaan kebun raya yang baik harus memiliki tim hortikultura yang bagus untuk menjaga tanaman dalam kondisi asli, peneliti terbaik untuk mengumpulkan informasi akurat dan meningkatkan pengetahuan mengenai tanaman, serta tim kepemimpinan yang kuat untuk mengawasi seluruh proses.

Untuk fasilitas dan infrastruktur yang harus ada adalah:

  • Herbarium untuk koleksi ilmiah dan penelitian spesimen tanaman kering.
  • SDM: Arboriculturists, ahli hortikultura, tim visitor experience, staf eksekutif, tim engagement, sukarelawan, personalia, dan teknologi informasi.
  • Perlengkapan untuk memelihara kebun raya, seperti peralatan berkebun, traktor, dan pagar.
  • Visitor Centre untuk menyambut pengunjung serta sebagai pusat informasi.
  • Koleksi tanaman kering dan hidup yang dikumpulkan untuk tujuan penelitian, serta sebagai bank benih tanaman.
BACA JUGA:   Mey Nurnaningsih, CHA, Corporate General Manager PT Tentrem Hotel Management Indonesia: Bermain Lokal Untuk Pasar Global

Banyak kebun raya dikelola oleh pemerintah, namun sebaiknya sektor swasta yang mengelola sebuah kebun raya kalau tujuannya adalah untuk kebutuhan penelitian ilmiah.

Bagaimana sebuah kebun raya bisa memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya?

Sebuah kebun raya bisa memberi dampak positif bagi masyarakat, seperti interaksi sosial serta badan yang lebih sehat karena menghabiskan waktu di alam terbuka. Selain itu, kebun raya juga dapat memberi dampak positif dengan mengedukasi masyarakat mengenai antisipasi perubahan iklim.

Sebuah kebun raya harus memiliki pemandu wisata dan pusat informasi yang dapat menjelaskan mengenai tanaman yang ada di kebun raya. Hal ini akan membantu masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan menghargai tanaman. Kebun raya juga bisa menjalankan fungsi ini melalui saluran digital seperti media sosial.

Dalam masa perubahan iklim ini, kebun raya harus memiliki bank benih sebagai cadangan terhadap tanaman yang musnah. Selain itu, bank benih ini juga bisa memberi informasi mengenai tanaman mana saja yang langka dan terancam punah.

BACA JUGA:   Beri Promo Menarik, Kebun Raya Incar Segmen Wedding

Apa yang bisa dilakukan oleh kebun raya untuk menghasilkan pendapatan sendiri?

Kebun raya bisa memberikan aktivitas atau pengalaman kepada para pengunjung, misalnya pengetahuan tentang tanaman dan tur heritage, menjual tanaman, menjadi tuan rumah acara kelas dunia, serta venue untuk berbagai event, seperti Blakes Feast di Kebun Raya Melbourne yang bisa digunakan untuk tempat pernikahan.

Menurut Anda, kegiatan MICE apa saja yang bisa dilakukan di kebun raya? Apakah itu tergantung dari karakter masing-masing kebun raya?

Kebun raya bisa menyediakan tempat yang luas dan venue untuk berbagai jenis acara di lingkungan alam yang indah. Berbekal area yang luas, fasilitas restoran yang memadai, serta area parkir yang luas, kebun raya dapat dengan mudah menjadi tuan rumah event-event besar.

Kegiatan-kegiatan ini sangat menguntungkan bagi kebun raya karena dapat meningkatkan kesadaran internasional mengenai kebun raya itu sendiri, serta memberi dampak positif bagi masyarakat.

Setiap kebun raya tentu memiliki kelebihan yang berbeda-beda untuk kegiatan MICE, tergantung dari luas area, venue yang dimiliki, serta infrastruktur lainnya. Misalnya, Kebun Raya Cranbourne sangat cocok untuk wisatawan asing karena lokasinya berada di jalur wisata dan Australian Restaurant, lalu ada juga Kebun Raya Melbourne yang menawarkan desain lanskap alam kelas dunia serta area hijau yang menenangkan.

BACA JUGA:   PT Mitra Natura Raya Siapkan Sejumlah Program untuk Kelola Kebun Raya

Lalu, kegiatan apa saja yang tidak bisa diadakan di area kebun raya, dan apa alasannya?

Kegiatan atau aktivitas yang menimbulkan banyak polusi suara serta memiliki dampak negatif terhadap tanaman sebaiknya tidak diadakan di dalam kebun raya. Sebab, fungsi utama dari kebun raya adalah untuk penelitian dan koleksi tanaman.

Kami juga berusaha agar setiap kegiatan yang diadakan di dalam kebun raya harus ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Apakah mungkin dan boleh untuk membangun hotel atau penginapan lainnya di dalam kebun raya?

Di St Kilda, lokasi Kebun Raya Melbourne, ada banyak hotel yang menawarkan pemandangan indah menghadap ke Kebun Raya Melbourne. Namun, di keadaan yang sekarang ini, sepertinya tidak mungkin untuk membangun hotel atau penginapan lainnya di dalam kebun raya karena area kebun raya belum tentu mampu menerima struktur bangunan baru tanpa memberi dampak pada tanaman dan alamnya.

Di sisi lain, kami berusaha untuk membuka kembali lebih banyak bangunan bersejarah bagi publik, misalnya untuk galeri foto atau venue acara.