“Saya ingin membuat restoran Korea yang aman untuk saya makan juga, makanya kami buat restoran ini. Jujur saja, selama ini saya agak sulit mencari makanan Korea yang benar-benar halal,” kata wanita berhijab ini.
Kendati sudah mengklaim sebagai restoran halal, Savina mengaku belum mengantongi sertifikat halal dari MUI. Pasalnya, untuk mendapatkan sertifikasi tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi restoran ini terbilang baru berdiri di Jakarta.
“Semuanya masih kita proses untuk sertifikat halalnya,” Savina menambahkan.
Sebagai restoran korea yang ramah muslim, menu yang disajikan Shin The Korean Grill pun tidak menyediakan jenis daging babi. Daging yang menjadi menu utama restoran ini merupakan daging sapi yang diimpor dari berbagai negara dunia. Selain itu, minuman yang ditawarkan pun tidak ada yang mengandung alkohol.
“Kalau restoran ada pork-nya, kita ‘kan tidak tahu wajan yang digunakan untuk memasak sama atau tidak. Kalau pun sudah dicuci wajannya, masih ragu juga ‘kan sudah bersih atau belum. Makanya, di sini kita tidak menyediakan pork sama sekali,” dia menjelaskan.
Istimewanya lagi, bahan-bahan yang digunakan untuk memasak makanan di sana juga tidak mengandung alkohol. Savina dan David meracik bumbu sendiri untuk menciptakan bahan baku yang aman dikonsumsi bagi umat muslim.






