Generasi Milenial Harus Siap Kembangkan Danau Toba

Sunday, 21 July 19 Bayu Hari

Untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi tujuan wisata dunia, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp2 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan utilitas di kawasan wisata tersebut.

“Kini mulai banyak investor yang masuk ke Toba. Dalam waktu dekat ada 7 hotel dan resort di sana,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia harus memiliki unsur utama 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) berkelas dunia. Untuk atraksi, saat ini Danau Toba sedang berjuang mendapatkan pengakuan UNESCO  Geopark. Aksesibilitas ke Toba juga kian mudah dengan adanya  Bandara Internasional Silangit. Sedangkan amenitas, kini mulai masuk investor hotel dan resor internasional yang dalam waktu dekat akan berdiri 7 hotel di sana.

Terkait dengan itu, dibutuhkan SDM yang berkualitas. Arief Yahya pun berharap lulusan Poltekpar Medan bisa mengambil peran sebagai pebisnis dan pengelola profesional industri pariwisata di destinasi Danau Toba, yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai satu di antara 4 destinasi super prioritas yang akan dikembangkan menjadi ‘Bali Baru’ dan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.

“Destinasi pariwisata Danau Toba nanti menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Di sana akan banyak berdiri hotel dan resort internasional. Lulusan Poltekpar Medan harus mengambil peluang ini agar bisa memenangkan persaingan di era digital tourism 4.0,” kata Menpar Arief Yahya dalam acara Wisuda ke-21 Poltekpar Medan di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan, Kamis siang (18/7/2019).

Lebih lanjut Arief Yahya menjelaskan, lulusan Poltekpar Medan merupakan generasi yang dipersiapkan memasuki persaingan di era digital tourism 4.0 ditandai dengan dominasi kaum milenial yang sangat mengenal teknologi digital.

“Digital Tourism 4.0 di industri pariwisata ditandai dengan 51 persen wisatawan mancanegara (wisman) yang datang atau inbound ke Indonesia adalah kaum milenial. Mereka dalam melakukan aktivitas pariwisata: search, book, and pay 70 persen menggunakan media sosial. Kalianlah yang siap menghadapi persaingan di era Digital Tourism 4.0,” kata Arief Yahya kepada lulusan Poltekpar Medan.

Sementara itu, pariwisata Indonesia tumbuh signifikan pada Januari sampai Desember 2018 mencapai 12,58 persen atau jauh di atas pertumbuhan pariwisata di kawasan regional 7,4 persen dan pariwisata dunia tumbuh 5,6 persen.

“Begitu pula devisa yang dihasilkan tahun ini diperkirakan mencapai 18 miliar dolar AS atau berada di ranking teratas mengalahkan CPO. Kalau di era tahun 1980-an, kita selalu menyebut penghasil devisa di Indonesia adalah migas dan nomigas, tapi era sekarang kita menyebut dengan pariwisata dan non-pariwisata,” kata Arief Yahya.