Jakarta, Venuemagz.com — Bagi para event organizer, promotor, hingga korporasi yang mencari ruang dengan karakter kuat, Komunitas Salihara Arts Center adalah solusinya. Berdiri sejak 8 Agustus 2008, Salihara lahir dari semangat kebebasan berekspresi yang dibawa dari Komunitas Utan Kayu. Kini, kompleks yang terletak di Pasar Minggu ini telah bertransformasi menjadi pusat kesenian swasta pertama di Indonesia yang menawarkan fasilitas one-stop solution.
Arsitektur Ikonik dari Tiga Maestro
Kompleks Salihara bukan sekadar deretan gedung biasa. Tempat ini merupakan hasil kolaborasi apik dari tiga arsitek ternama dengan karakter yang saling terhubung:
- Marco Kusumawijaya yang merancang gedung Galeri silinder yang ikonik.
- Adi Purnomo yang menciptakan keunikan Teater Salihara dan Teater Atap.
- Andra Matin yang menyentuh desain area kantor, gerai, dan wisma.
“Salihara hadir sebagai wadah terbuka bagi khalayak umum untuk menyelenggarakan beragam kegiatan. Kami menjaga netralitas dengan tidak memfasilitasi kegiatan politik praktis maupun keagamaan, namun kami sangat terbuka untuk kolaborasi seni, budaya, hingga kebutuhan korporasi,” ungkap Riaudita Artri, Direktur Bisnis Komunitas Salihara Arts Center.
Pilihan Venue yang Beragam
Setiap sudut Salihara didesain dengan spesifikasi teknis tinggi, lengkap dengan tim operator yang siap membantu jalannya acara Anda. Jika Anda membutuhkan ruang pertunjukan besar, Teater Salihara adalah andalannya. Dengan kapasitas hingga 250 orang, teater blackbox ini menawarkan fleksibilitas format panggung (Proscenium, Semi-Arena, hingga Runway) dengan tarif mulai dari Rp22.000.000 per 12 jam.
Untuk kegiatan pameran atau konser musik dengan akustik prima, Galeri Salihara yang berkapasitas 150 orang bisa disewa dengan tarif mulai Rp8.000.000 per hari.
Bagi yang mencari suasana lebih intim atau kasual, Serambi Salihara menyediakan ruang bernuansa taman dan perpustakaan untuk 80 orang dengan biaya mulai Rp6.200.000 per 8 jam.
Ingin acara outdoor di bawah langit? Teater Atap adalah opsi rooftop garden yang pas untuk pemutaran film atau gathering dengan kapasitas 150 orang di harga yang sama dengan Serambi.
Selain itu, tersedia pula Studio Tari dan Musik untuk proses latihan atau live recording profesional dengan biaya terjangkau mulai dari Rp550.000 per 3 jam.
Lebih dari Sekadar Ruang Pertunjukan
Salihara juga menjadi destinasi favorit untuk kebutuhan visual. Dengan tarif sekitar Rp2.500.000 hingga Rp3.100.000 per 3 jam, area outdoor dengan arsitektur uniknya sering digunakan untuk sesi photoshoot (pre-wedding, buku tahunan) hingga syuting televisi.
“Keunggulan kami adalah fasilitas yang all-in. Berbeda dengan gedung lain yang menyewakan ruang kosong, di Salihara biaya sewa sudah mencakup sistem tata suara, pencahayaan, hingga operator teknis yang berpengalaman,” tambah Riaudita Artri.
Dengan adanya wisma serta studio latihan di satu lokasi, Salihara benar-benar mewujudkan ekosistem seni yang mandiri dan profesional di Jakarta Selatan.




