Empat Desa Wisata di Indonesia Yang Diakui Dunia

Monday, 21 June 21 Harry Purnama
Kegiatan di desa wisata

Desa wisata telah ditetapkan menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di awal 2021. Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di lima destinasi super prioritas (5 DSP) dan akan diperluas.

Sebagai destinasi wisata, desa wisata memiliki keunggulan berupa perpaduan budaya, alam, dan keaslian kehidupan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Untuk menjaga kelestarian dan keberadaan desa wisata, pemerintah telah melakukan sertifikasi desa wisata berkelanjutan yang sudah diberikan kepada 16 desa wisata di Indonesia.

“Kami memberikan sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan untuk mewujudkan pariwisata yang lestari dan sejahtera. Sertifikasi ini sebagai bentuk terlaksananya wisata yang berkualitas di tengah kondisi COVID-19 dengan menerapkan 4K, yaitu Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan,” ujar Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

BACA JUGA:   Sukabumi dan Mojokerto Potensial untuk Desa Wisata

Dari 16 desa wisata yang sudah tersertifikasi tersebut, ternyata ada yang pernah meraih penghargaan dunia terkait wisata berkelanjutan. Pada tahun 2019, keempat desa wisata tersebut meraih penghargaan sebagai Sustainable Destinations Top 100 yang dirilis oleh Global Green Destinations Days (GGDD). Berikut adalah keempat desa wisata tersebut.

Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Provinsi Bali, selain mendapat predikat sebagai Sustainable Destinations Top 100, juga dinobatkan sebagai destinasi terbersih di dunia. Suasana yang asri dan sejuk dengan budaya yang kuat jadi daya tarik utama saat mengunjungi desa ini.

BACA JUGA:   Labuan Bajo Bukan Hanya Komodo

Desa Wisata Pemuteran

Desa Wisata Pemuteran, Buleleng, Provinsi Bali, terkenal dengan aneka aktivitas bahari dan panorama bawah lautnya. Lokasi desa ini berada di tanjung sehingga memiliki kekayaan alam terumbu karang yang beragam. Suasana yang sepi dan jauh dari kebisingan membuat desa ini begitu nyaman untuk dikunjungi. Apalagi, di desa ini sudah banyak terdapat pilihan akomodasi, mulai dari homestay hingga resor.

Desa Wisata Nglanggeran

Desa wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal berkat keberadaan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk. Di desa ini wisatawan bisa menikmati wisata gunung, embung, dan air terjun. Keindahan alam dan keramahan masyarakatnya membuat desa wisata ini juga pernah meraih juara dalam ASEAN’s Community Based Tourism 2017.

BACA JUGA:   Arashiyama, Pesona Hutan Bambu, Kuil, dan Taman Kera

Desa Wisata Pentingsari

Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menawarkan kepada para wisatawan untuk melihat dan belajar tentang alam, lingkungan, pertanian, perkebunan, kewirausahaan, kehidupan sosial-budaya, dan berbagai seni tradisional. Aktivitas selama di desa ini yang bisa dilakukan antara lain belajar gamelan, menari, membatik, dan membuat wayang rumput.