Desa wisata menjadi program unggulan pariwisata yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasalnya, desa wisata memiliki peran yang penting untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini dikarenakan banyak potensi yang bisa dikembangkan dari sebuah desa berdasarkan karakter dan potensinya masing-masing.
Saat ini Indonesia memiliki ratusan desa wisata. Bahkan, ada beberapa yang sudah mendunia sehingga berkunjung ke desa wisata bukan hanya menghadirkan pengalaman baru, tapi juga sangat seru. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah menggiatkan aktivitas ekowisata melalui pertumbuhan desa wisata di nusantara.
“Melalui ekowisata berbasis desa wisata, Kemenparekraf bersama-sama masyarakat berupaya mencari keseimbangan manfaat ekonomi dan pelestarian budaya alam sekitar desa,” ujar Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi desa wisata, berikut kami pilihkan tiga desa wisata unggulan yang ada di Bali dan Nusa Tenggara.
Desa Penglipuran, Bali
Bali terkenal sebagai destinasi wisata alam dengan nuansa budaya yang kuat. Jika ingin mendapatkan pesona Bali yang berbeda, cobalah berkunjung ke Desa Penglipuran. Suasananya yang sejuk dan sangat asri, membuat desa ini dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Desa Sasak Sade, Nusa Tenggara Barat
Atap jerami dan dinding bambu adalah ciri khas Desa Sasak Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di desa ini para pengunjung bisa menikmati atraksi-atraksi budaya, mulai dari seni tari hingga konsep unik rumahnya. Tidak boleh dilewatkan pula untuk melihat langsung proses menenun kain tenun Sasak khas Lombok.
Desa Wisata Liang Ndara, Nusa Tenggara Timur
Flores tidak hanya dikenal dengan alamnya yang menawan, tetapi juga kekayaan budayanya, salah satunya tarian. Desa wisata ini merupakan tempat satu-satunya bagi wisatawan yang ingin melihat Tari Caci. Selain itu, budaya menenun turun-temurun juga masih terjaga lewat warna-warni tenun Flores yang dibuat oleh perempuan-perempuan Desa Liang Ndara.





