IFRA 2018, Solusi untuk Berwirausaha

Saturday, 21 July 18   10 Views   0 Comments   Herry Drajat
IFRA 2018

Pameran dan konferensi International Franchise, License & Business Concept (IFRA) 2018 resmi dibuka pada 20 Juli 2018 oleh Ir. Meliadi Sembiring, M.Sc, Sekretaris Menteri Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia bersama dengan Ir. Tjahya Widayanti, M.Sc, Direkur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta didampingi oleh Ketua Umum AFI Andrew Nugroho, Chairman Emiritus AFI Anang Sukandar, dan Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung.
Pameran yang akan berlangsung dari 20-22 Juli 2018 ini mengangkat tema “Creating Franchise Entrepreneurial Behaviour with Continuous Innovation” yang menekankan pentingnya inovasi untuk mengembangkan bisnis waralaba. Pada IFRA 2018 ini, hadir 125 perusahaan dengan 280 brands. 

Panitia sendiri menargetkan pengunjung yang hadir mencapai 15.000 orang, serta target transaksi mencapai Rp550 miliar. Pada pameran ini juga dihadirkan sesi konferensi dan talk show dengan tema yang menarik. Selain untuk mendapatkan pengetahuan, kegiatan ini juga merupakan peluang untuk menjalin relasi dan mencari potensi-potensi usaha lain.

Pameran yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI dan Kementerian Perdagangan RI ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk terjun pada bisnis waralaba karena modal yang diperlukan tidak terlalu besar, banyak pilihan, dan pada akhirnya akan dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Andrew Nugroho, Ketua Umum AFI, menyatakan, industri waralaba menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki bisnis sendiri dengan modal yang tidak terlalu besar. Menurut Andrew, “Bisnis waralaba menawarkan skema permodalan yang fleksibel sehingga nyaris semua orang bisa menekuninya. Namun, setelah terjun di bisnis ini, tentu para pemain harus terus menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang waralaba.”

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mencatat saat ini ada lebih dari 200 jaringan waralaba yang menyerap sekitar 2 juta tenaga kerja, dan peningkatan bisnis ini 10-25 persen per tahun. Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk menekuni bisnis setiap tahun meningkat. Diharapkan pemerintah berperan untuk terus melakukan pembinaan bagi para pebisnis waralaba lokal agar bisa bersaing secara global. Saat ini Indonesia masih tertinggal dari negara lain dalam hal penetrasi waralaba ke pasar regional. Pembinaan diperlukan untuk menjaga kualitas waralaba nasional baik dari segi kualitas produk maupun profesionalitas manajemen.

Sementara menurut Ir. Tjahya Widayanti, M.Sc, bisnis waralaba terus meningkat dengan pertumbuhan mencapai 17 persen. Prospek waralaba ini sangat menjanjikan, dan sesuai dengan arah kebijakan ekonomi yang dicanangkan pemerintah, yaitu ekonomi kerakyatan dan keadilan.

Jenis waralaba yang paling banyak digemari adalah kuliner, fashion, dan pendidikan. Ke depan harus dikembangkan ke sektor lain seperti agrikultur maupun rantai pasok.

IFRA 2018 diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bekerja sama dengan Dyandra Promosindo sebagai organizer. Pameran yang menampilkan berbagai peluang usaha dan konferensi di bidang waralaba ini akan berlangsung hingga Minggu 22 Juli 2018 mulai pukul 10.00-21.00 WIB dan terbuka untuk umum. Harga tiket masuk sebesar Rp50.000.