Merancang Masa Depan Arsitektur Indonesia Melalui ARCH:ID

Friday, 09 February 24 Bonita Ningsih
ARCHID 2020

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama PT CIS Exhibition kembali menyelenggarakan acara tahunan ARCH:ID pada 22 hingga 25 Februari 2024, di ICE BSD City, Tangerang. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, ARCH:ID merupakan sebuah forum dan pameran arsitektur paling ditunggu di Indonesia.

Pada tahun ini, ARCH:ID, mengusung tema “Placemaking: Tolerance” dengan fokus terhadap keharmonisan hubungan antar manusia, pengembangan kota, pelestarian alam, serta integrasi teknologi. R. Arief Sofyan Rudiantoro, Direktur PT. CIS Exhibition, mengatakan bahwa setiap tahunnya ARCH:ID selalu mengambil tema yang berbeda untuk memberikan pengalaman baru bagi peserta hingga pengunjung pameran.

“Pameran kita setiap tahunnya sudah pasti berbeda tampilannya. Hasil desain booth pameran merupakan kolaborasi antara vendor dan juga arsitek yang telah bekerja sama dengan kami,” ujar Arief dalam konferensi pers di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Arsitek yang terlibat dalam pembangunan sejumlah booth harus memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) dan merancang dengan merepresentasikan tema ‘Placemaking: Tolerance’. Ada lebih dari 300 stan pameran yang telah dikurasi akan memamerkan inovasi produk dan jasa brand lokal maupun internasional dari para produsen produk arsitektur dan bahan bangunan, serta interior design.

“Ini merupakan kesempatan besar untuk mengeksplorasi tren terbaru dalam arsitektur dan desain. Kami mengundang para arsitek, design enthusiast, developer, serta profesional di industri untuk turut serta dalam kegiatan yang inovatif dan penuh dengan wawasan ini,” dia menambahkan.

BACA JUGA:   Menuju Indonesian GP 2023, Sirkuit Mandalika Ditutup Sementara Waktu

Sementara itu, untuk acara keseluruhan, ARCH:ID menggandeng sejumlah arsitek ternama tanah air sebagai tim kurator. Tahun ini, terdapat tiga kurator yang tersebar dari berbagai daerah yaitu Yacobus Gatot S. Surarjo, Nelly Daniel, dan I Ketut Dirgantara. Tim kurator juga berperan untuk menentukan tema besar yang akan digunakan selama ARCH:ID berlangsung.

“Tema tersebut kami ambil karena interaksi kita dengan manusia, lingkungan, hingga alam menjadi sangat penting untuk keberlangsungan,” ungkap Nelly pada kesempatan yang sama.

BACA JUGA:   Travel Mart di Tengah Lesunya Perekonomian

Firman Herwanto, Wakil Sekretaris Jenderal IAI sekaligus Direktur Program ARCH:ID 2024, menjelaskan bahwa melalui tema ini para kurator diminta untuk menciptakan ‘ruang antara’ dalam gubahan arsitektur, ruang yang inklusif bagi semua, memberi tenggang rasa bagi terjadinya kegiatan-kegiatan sosial masyarakat, hingga ke tatanan detail yang kerap terlupakan di ruang kota. Dengan harapan, pameran ini dapat mengisi milestones berpameran arsitektur di Indonesia.

“Semoga pameran ini juga bisa menjadi benchmark dalam penciptaan ruang-ruang temporer yang sarat akan kualitas dan nilai-nilai terbaik dari produk yang ditampilkan,” ujar Firman.

Pihak penyelenggara akan menghadirkan  ARCH:ID 2024 dalam ruangan yang besar agar para pengunjung dapat dengan bebas mengeksplorasi seluruh bangunan pameran. Firman mengatakan, kali ini  ARCH:ID menggunakan dua hall besar dengan luas area kurang lebih 10.000 meter persegi.

BACA JUGA:   Rayakan Ulang Tahun Ke-61, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Hadirkan Pameran Museum Warna Nusantara

“Nantinya, kami akan menghadirkan sebuah pendopo, alun-alun, dan lainnya sebagai miniatur sebuah kota. Melalui ARCH:ID kita akan mengajak pengunjung untuk jalan-jalan ke sebuah kota. Oleh sebabnya, kita merancang jalur sebaik mungkin agar para pengunjung dapat melalui semua booth di ARCH:ID,” jelas Nelly.

Georgius Budi Yulianto, Presiden Institut Arsitek Indonesia, menambahkan memasuki tahun keempat, ARCH:ID diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas dan inovasi arsitektur terbesar di Indonesia. Pameran tahunan ini membuka ruang bagi para arsitek, desainer, dan profesional industri kebanggaan bangsa untuk bersatu dalam merayakan keindahan dan fungsionalitas ruang.