BerandaEventPelaku Pameran Lakukan Kolaborasi untuk Memulai Bisnisnya

Pelaku Pameran Lakukan Kolaborasi untuk Memulai Bisnisnya

Published on

spot_img

Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) sepakat untuk melakukan kolaborasi antar-stakeholder di fase new normal ini. Selain mempersiapkan protokol kesehatan secara bersama-sama, kolaborasi yang dilakukan ialah dari segi bisnis saat menyelenggarakan pameran.

Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum DPP ASPERAPI, menjelaskan, fase new normal ini membuat segala sesuatunya berubah. Salah satu perubahan yang paling menonjol ialah tingginya biaya yang akan dikeluarkan saat menggelar pameran di era new normal.

BACA JUGA:  Kongres APAO 2024 Memberi Dampak Ekonomi Sebesar Rp250,4 Miliar

“Kolaborasi ini sudah kita bicarakan saat pertama kali menyusun draft protokol kesehatan bagi industri pameran. Di sini, saya setuju karena new normal membuat segala sesuatu tentang cost menjadi tinggi,” kata Andre.

Menurutnya, dengan adanya kolaborasi, akan timbul kesepakatan yang tidak menitikberatkan ke satu pihak. Ia berharap, di masa new normal ini, pameran akan segera terlaksana dan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Saat ini, protokol kesehatan telah disusun secara bersama-sama oleh pelaku pameran, pemerintah pusat, dan juga dinas terkait.

BACA JUGA:  Industri MICE Indonesia Punya Posisi Kuat di Luar Negeri

“Dari awal kita semua sudah berkumpul, mulai dari venue, EO, vendor, dan lainnya, membicarakan masalah ini, lalu mencari kesepakatannya. Kita juga mencari solusi bersama jangan sampai ada pihak yang diberatkan saat pameran dibuka,” ujarnya lagi.

Dalam kesepakatannya menyatakan bahwa saat pameran diizinkan untuk dilaksanakan di era new normal, masing-masing stakeholder harus saling membantu dalam segi biaya. Menurutnya, saat ini prinsipnya adalah bagaimana caranya agar pameran dapat segera dimulai kembali tanpa ada pihak yang dirugikan.

BACA JUGA:  World Conference on Creative Economy 2026 Hadirkan Peserta dari 80 Negara

“Kita selalu menggunakan tagline ASPERAPI ‘Yuk Kita Mulai Lagi’. Jadi, sekarang yang penting event jalan dulu, masalah profit tolong dinomorduakan terlebih dahulu,” jelasnya.

“Saya tahu semua orang butuh revenue, tetapi yang terpenting saat ini kita mulai dulu. Kalau sudah ada pergerakan, baru boleh memulai untuk ada hitungan lagi di dalamnya,” ujar Andre.

spot_img
spot_img

Piala Dunia 2026 Memicu Pertumbuhan Perjalanan Wisata Dunia

Perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko (11 Juni...

BTS Bikin Hotel Penuh, Busan Gratiskan Rumah Warganya

Jakarta, Venuemagz.com - Ketika sebuah kota menjadi tuan rumah konser BTS, yang datang bukan...

ISCOMICE 2026 Dorong Transformasi Industri MICE melalui Smart Technology dan Human-Centered Innovation

Jakarta, Venuemagz.com — Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta kembali menyelenggarakan konferensi ilmiah tahunan...

Saat BTS Datang, Busan Tak Hanya Menjual Konser

Jakarta, Venuemagz.com - Kehadiran BTS di sebuah kota hampir selalu menghadirkan efek berantai. Hotel...

Visa yang Membungkam Pameran

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia sedang "berlari" menuju panggung dunia. Di atas kertas, negeri ini...

AFECA Convention 2025, A20, dan IBEF: Langkah Indonesia Ke Puncak Panggung MICE Asia

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia bersiap menjadi sorotan baru di panggung industri MICE Asia. Melalui...

ASPERAPI Tanggapi Kerusuhan Nasional, Soroti Dampak pada Industri Pameran 

Jakarta, Venuemagz.com - Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) telah mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan...