BerandaEventPelaku Pameran Lakukan Kolaborasi untuk Memulai Bisnisnya

Pelaku Pameran Lakukan Kolaborasi untuk Memulai Bisnisnya

Published on

spot_img

Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) sepakat untuk melakukan kolaborasi antar-stakeholder di fase new normal ini. Selain mempersiapkan protokol kesehatan secara bersama-sama, kolaborasi yang dilakukan ialah dari segi bisnis saat menyelenggarakan pameran.

Hosea Andreas Runkat, Ketua Umum DPP ASPERAPI, menjelaskan, fase new normal ini membuat segala sesuatunya berubah. Salah satu perubahan yang paling menonjol ialah tingginya biaya yang akan dikeluarkan saat menggelar pameran di era new normal.

BACA JUGA:  Industri Pameran Naik 7 Persen

“Kolaborasi ini sudah kita bicarakan saat pertama kali menyusun draft protokol kesehatan bagi industri pameran. Di sini, saya setuju karena new normal membuat segala sesuatu tentang cost menjadi tinggi,” kata Andre.

Menurutnya, dengan adanya kolaborasi, akan timbul kesepakatan yang tidak menitikberatkan ke satu pihak. Ia berharap, di masa new normal ini, pameran akan segera terlaksana dan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Saat ini, protokol kesehatan telah disusun secara bersama-sama oleh pelaku pameran, pemerintah pusat, dan juga dinas terkait.

BACA JUGA:  AES Expo Indonesia 2024 Hadirkan Produk Elektronik dan Rumah Tangga Terbesar di Indonesia

“Dari awal kita semua sudah berkumpul, mulai dari venue, EO, vendor, dan lainnya, membicarakan masalah ini, lalu mencari kesepakatannya. Kita juga mencari solusi bersama jangan sampai ada pihak yang diberatkan saat pameran dibuka,” ujarnya lagi.

Dalam kesepakatannya menyatakan bahwa saat pameran diizinkan untuk dilaksanakan di era new normal, masing-masing stakeholder harus saling membantu dalam segi biaya. Menurutnya, saat ini prinsipnya adalah bagaimana caranya agar pameran dapat segera dimulai kembali tanpa ada pihak yang dirugikan.

BACA JUGA:  ASPERAPI Selenggarakan Rakernas Terlengkap

“Kita selalu menggunakan tagline ASPERAPI ‘Yuk Kita Mulai Lagi’. Jadi, sekarang yang penting event jalan dulu, masalah profit tolong dinomorduakan terlebih dahulu,” jelasnya.

“Saya tahu semua orang butuh revenue, tetapi yang terpenting saat ini kita mulai dulu. Kalau sudah ada pergerakan, baru boleh memulai untuk ada hitungan lagi di dalamnya,” ujar Andre.

spot_img

Kenyamanan Menginap Bersama Keluarga di ‎Atria Residences Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com -- ‎Atria Residences Gading Serpong menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dan menyenangkan,...

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...

Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Jakarta, Venuemagz.com – Mengisi kursi penonton untuk konser, festival kuliner, atau event publik mungkin...

DXI 2026 Siap Digelar Akhir Bulan Ini dengan Ragam Aktivitas

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions siap menggelar pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI)...

Visa yang Membungkam Pameran

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia sedang "berlari" menuju panggung dunia. Di atas kertas, negeri ini...

AFECA Convention 2025, A20, dan IBEF: Langkah Indonesia Ke Puncak Panggung MICE Asia

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia bersiap menjadi sorotan baru di panggung industri MICE Asia. Melalui...

ASPERAPI Tanggapi Kerusuhan Nasional, Soroti Dampak pada Industri Pameran 

Jakarta, Venuemagz.com - Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) telah mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan...