Pertama Kalinya Presiden RI Membuka IPA Convention & Exhibition

Wednesday, 02 May 18   22 Views   0 Comments   Harry Purnama
IPA 2018

Indonesia Petroleum Association (IPA) kembali menggelar IPA Convention & Exhibition pada 2-4 Mei 2018 di Jakarta Convention Center. IPA Convex yang memasuki tahun ke-42 ini mengangkat tema “Driving Indonesia’s Oil and Gas Global Competitiveness”.

Konvensi dan pameran IPA ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan, Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Amin Sunaryadi, dan Presiden IPA Ronald Gunawan. Ronald mengatakan, ini adalah pertama kalinya pameran dan konvensi IPA dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Ronald mengatakan, pemilihan tema IPA 2018 tersebut karena kondisi hulu migas Indonesia yang terus mengalami penurunan produksi sehingga membutuhkan investasi untuk menemukan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi dan EOR. Di sisi lain, persaingan global untuk menarik investasi migas berlangsung sangat ketat sehingga diperlukan peningkatan daya saing Indonesia secara global.

“Dalam laporan World Energy Outlook 2017 oleh International Energy Agency (IEA), minyak dan gas bumi masih akan tetap menjadi energi utama di dunia dalam 20-30 tahun ke depan, di mana porsi energi dari migas masih di atas 50 persen,” ujar Ronald.

Selain itu, Indonesia juga memiliki kendala lain, yakni statusnya sebagai importir minyak bumi sejak 2002. Dengan terus menurunnya produksi migas nasional, diperkirakan Indonesia akan menjadi net importir untuk gas pada 2022 apabila tidak menemukan sumber migas baru.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo telah meminta agar Kementerian ESDM menghapus 186 peraturan yang menyulitkan investasi migas di Indonesia. “Regulasi kita masih bertele-tele dan tidak kondusif. Perizinan di sektor migas kita harus disederhanakan agar tidak berbelit-belit,” ujar Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga sedang mengebut agar sistem online single submission bisa selesai dibuat pada bulan ini agar segala pengurusan izin tidak berbelit-belit dari daerah hingga pusat.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa industri migas terancam dengan meningkatnya industri teknologi dan informasi (IT).

Pada tahun ini, IPA Convex memperkenalkan sesi baru yang khusus membahas mengenai teknologi, yakni Technology Session. Ada beragam topik diskusi yang akan dibahas, antara lain Governments on Innovation of New Technology Improvement, Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, New Business Model in Gross Split System, dan Technology for Decommissioning.

Selain sesi diskusi, IPA Convex juga tetap mengadakan sesi technical program (TPC) yang diikuti ratusan kalangan muda Indonesia, baik mahasiswa maupun professional. Ada sebanyak 119 karya ilmiah dan 71 poster yang akan dipresentasikan dalam technical session dan poster session. Untuk peserta konvensi, ada lebih dari 1.500 peserta dan 116 perusahaan yang berpartisipasi pada IPA 2018 ini.