Untuk mengembangkan keindahan alam Indonesia menjadi destinasi wisata geologi dibutuhkan rumusan-rumusan dalam pengelolaan geowisata yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah. Oleh karena itu, pengembangan geowisata semestinya menawarkan konsep wisata alam yang menonjolkan keindahan, keunikan, kelangkaan, serta keajaiban suatu fenomena alam yang berkaitan erat dengan gejala-gejala geologi yang dijabarkan dalam bahasa populer atau sederhana (Kusumahbrata, Optimalisasi Pemanfaatan Informasi Geologi Dalam Pengembangan Geowisata Melalui Kerjasama Lintas Sektoral, 1999).
Beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam mengembangkan geowisata adalah aspek informasi, aspek keanekaragaman, keindahan dan keunikan, petualangan lintas alam, serta tersedianya ekosistem yang alami, bukan hasil sebuah rekayasa buatan manusia.
Pariwisata Berkelanjutan
Definisi dari pengembangan pariwisata berkelanjutan adalah pengembangan pariwisata yang memaksimalkan potensi pariwisata untuk memberantas kemiskinan dengan mengembangkan strategi yang tepat dalam kerja sama dengan semua kelompok utama, masyarakat adat, dan masyarakat lokal.
Rumusan yang lebih spesifik dalam pariwisata berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan wisata saat ini sekaligus melindungi dan meningkatkan peluang pemenuhan kebutuhan pariwisata masa depan, sekaligus terjaga kelangsungan alam, adil bagi ekonomi dan sosial budaya masyarakat. Hal ini dipertimbangkan dalam manajerial untuk mengelola semua sumber daya dengan sedemikian rupa sehingga ekonomi, sosial, dan kebutuhan estetika dapat terpenuhi dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan budaya, perlindungan ekologis penting, keragaman unsur biologi, serta sistem pendukung kehidupan lainya (Insula dalam Berno & Bricker, 2001).





