BerandaFeatureEmpowerment Expo 2026: Tim Malaysia Ini Tawarkan Konsep Pameran Paling Inklusif di...

Empowerment Expo 2026: Tim Malaysia Ini Tawarkan Konsep Pameran Paling Inklusif di Asia

Published on

spot_img

Jakarta, VenueMagz.com – Pada Asia MICE Youth Challenge 2025 yang digelar di JIEXPO Convention Center & Theatre, Jakarta, tim BrightSteps Event dari Sunway University, Malaysia, menghadirkan salah satu presentasi paling menonjol.

Bukan karena gemerlap visual, melainkan keberanian mengangkat isu yang sering luput dari panggung industri, yaitu “inklusi bagi penyandang disabilitas, kesehatan mental, dan penuaan aktif di Asia Tenggara”.

Dengan tajuk Empowerment Expo 2026, tim mahasiswa ini menawarkan konsep pameran berskala regional yang menyatukan inovasi teknologi asistif, layanan kesehatan berkelanjutan, hingga ekosistem bisnis yang mendukung kehidupan mandiri bagi kelompok rentan.

Sebuah proyek yang tidak hanya sejalan dengan tren MICE global, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Saat membuka presentasi, tim BrightSteps memaparkan data yang membuat ruangan hening seketika.

Di Malaysia, lebih dari satu juta orang pernah mengalami depresi, menjadikannya salah satu angka tertinggi di ASEAN. Sementara itu, kasus penyandang disabilitas yang membutuhkan perawatan medis meningkat 15,5% pada 2023.

Di tingkat Asia Tenggara, gambaran besarnya lebih menantang. Pada 2050, kawasan ini diproyeksikan memiliki 173 juta penduduk lansia, sebuah lonjakan demografis yang mendorong kebutuhan mendesak akan solusi jangka panjang bagi kesehatan, mobilitas, dan dukungan sosial.

Nonton full video presentasi Future of Inclusive Events: Empowerment Expo 2026 by Sunway University (Malaysia Team)

“Kami melihat angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi panggilan untuk bertindak,” ujar perwakilan tim BrightSteps dalam presentasinya.

BACA JUGA:  China Bidik Dua Negara, Salah Satunya Indonesia

Dari Inovasi Teknologi hingga Akses Karier

Empowerment Expo 2026 dirancang sebagai platform inklusi paling komprehensif di kawasan, menggabungkan B2B dan B2C dalam satu ruang. Pameran ini menawarkan 347 booth yang dibagi menjadi lima zona tematik:

  • Accessibility & Assistive Tech: teknologi bantu untuk mobilitas, komunikasi, dan aktivitas harian.

  • Barrier-Free Living: solusi desain ruang, rumah, dan fasilitas publik tanpa hambatan.

  • Mental Wellness & Holistic Health: terapi alternatif, layanan konseling, hingga pusat pelatihan kesehatan mental.

  • Elderly & Active Aging Solutions: program edukasi, workshop aktivitas fisik, hingga inovasi gaya hidup sehat lansia.

  • Business & Digital Health Zone: teknologi kesehatan digital dan business matching untuk pengembangan industri.

Tim menekankan bahwa pameran ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi ecosystem building yang menghubungkan inovator, pemerintah, penyedia layanan, komunitas disabilitas, hingga investor.

Pusat Inklusi Asia

Dalam sesi tanya jawab, juri menyinggung alasan di balik pemilihan tema “Empowerment”. Tim menjawab lugas: tujuan bukan hanya memberi solusi, melainkan memberdayakan masyarakat untuk kehidupan jangka panjang yang mandiri.

Secara strategis, Malaysia saat ini sedang menjalankan National Plan of Inclusive Health 2024-2030, sebuah kerja sama dengan WHO yang mendorong kesetaraan akses layanan bagi penyandang disabilitas dan warga lanjut usia.

BACA JUGA:  EO Disebut Ladang Korupsi, Backstagers Indonesia Balas dengan Data dan Tantangan Terbuka

Di sisi lain, Malaysia juga tengah memosisikan dirinya sebagai Asia’s First Wellness City, dengan Kuala Lumpur City Centre (KLCC) sebagai hub yang memadukan keberlanjutan, fasilitas ramah disabilitas, dan ekosistem bisnis yang kuat. Tak heran, KLCC Convention Centre—venue bersertifikasi ramah lingkungan—dipilih sebagai lokasi expo.

Sustainability: Dari Fasilitas hingga Kebijakan Pameran

Menyadari bahwa isu keberlanjutan kini menjadi standar wajib industri MICE global, tim ini menampilkan rencana operasional yang cukup matang, di antaranya:

  • Pengurangan penggunaan kertas melalui sistem registrasi digital.
  • Suvenir ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
  • Penggunaan material hemat energi di venue.
  • 30 booth gratis untuk organisasi yang mendukung inklusi tenaga kerja penyandang disabilitas.
  • Alokasi 3% dari keuntungan untuk organisasi lingkungan dan inklusi sosial.

Langkah-langkah ini disusun bukan sebagai gimmick “greenwashing“, melainkan sebagai bagian dari ekosistem acara.

Dari Fashion Show Inklusif hingga Kompetisi Bisnis

Empowerment Expo 2026 juga mempersiapkan rangkaian program publik yang kuat:

  • Active Aging Workshops yang menawarkan pengalaman langsung mulai dari seni, olahraga ringan, hingga aktivitas keseharian untuk melatih kemandirian.
  • Business Pitching Competition, di mana peserta disabilitas dapat memenangkan hadiah hingga US$20.000untuk mengembangkan usaha.
  • Holistic Wellness Lounge, ruang terapi dan relaksasi untuk pengunjung.
  • Inclusive Fashion Showcase, menampilkan rancangan yang merayakan keberagaman tubuh dan kebutuhan mobilitas.
BACA JUGA:  7 Syarat Menjadi Destinasi MICE

Semua program dirancang agar memberikan dampak nyata, bukan sekadar atraksi panggung.

Respons Juri: “Berani, Relevan, dan Dibangun dengan Keyakinan”

Salah satu juri memuji keberanian tim mengangkat topik yang sering dianggap sensitif. “Isu ini membutuhkan suara, dan kalian menyampaikannya dengan kepercayaan diri,” ujar salah satu juri.

Juri lain menyoroti potensi bisnis berkelanjutan dari konsep expo ini. Dengan tren kesehatan global dan penuaan populasi ASEAN, konsep seperti Empowerment Expo dapat menjadi salah satu pameran tematik yang paling relevan dalam satu dekade ke depan.

Empowerment Expo 2026 bukan hanya proposal acara. Ia adalah refleksi kondisi sosial yang semakin kompleks di Asia Tenggara—di mana teknologi, inklusi, kesehatan mental, dan penuaan aktif menjadi isu bersama yang harus ditangani lintas sektor.

Melalui presentasi ini, Sunway University membuktikan bahwa generasi muda Asia tidak hanya siap memasuki industri MICE; mereka siap mendorongnya menjadi lebih manusiawi, lebih inklusif, dan lebih relevan dengan masa depan kawasan.

Berkat presentasi dan ide yang unik ini Tim Brightsteps dari Sunway University Malaysia berhasil menjadi juara dalam ajang Asia MICE Youth Challenge 2025 – Indonesia.

spot_img

Memaksimalkan Konser Musik Global Sebagai Penggerak Pariwisata dan MICE

Jakarta, Venuemagz.com — Konser musik bukan sekadar pesta, melainkan mesin penggerak pariwisata dan MICE...

Ascott Jakarta, Tangerang, dan Bekasi Rayakan Global Accessibility Awareness Day dengan Teman Berkebutuhan Khusus

Jakarta, Venuemagz.com - Properti The Ascott Limited di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi mengumumkan inisiatif...

ArtMoments Jakarta 2026: Saat Karya Seni Menjadi Ruang Pertukaran Gagasan dan Emosi

Jakarta, Venuemagz.com - Kabar baik untuk para pecinta seni di Indonesia. ArtMoments Jakarta akan...

Samara Lombok Menjadi Destination by Hyatt Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok baru saja mengamankan investasi penting dari Westgrove. Dengan demikian,...

Macau University Tawarkan Macau Skyline Eco-Innovation Sebagai Tren MICE Masa Depan

Jakarta, VenueMagz.com - Tim AeroPulse dari Macau University of Science and Technology (MUST) mencuri...

NXTGEN Taylor’s University Tampil Berani di Asia MICE Youth Challenge 2025

Jakarta, VenueMagz.com - Di panggung Asia MICE Youth Challenge (AMYC) 2025, tim NXTGEN dari...

Sunway University Menjadi Juara Asia MICE Youth Challenge 2025

Jakarta, Venuemagz.com -- Edisi ke-10 AFECA Asia MICE Youth Challenge (AAMYC) sukses digelar pada...