Oleh karena itu, pengurangan penggunaan bahan-bahan yang merusak lingkungan seperti plastik serta penanganan khusus untuk limbah-limbah domestik yang berbahaya bagi kesehatan menjadi suatu keharusan, termasuk oleh pelaku industri pariwisata. Kegiatan pariwisata harus memiliki potensi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik sambil menggerakkan perekonomian daerah tertinggal melalui pertukaran budaya tanpa melupakan perkembangan generasi mendatang.
Paolo juga menjelaskan peran serta Wyndham Hotel & Resort yang mempunyai 20 merek dalam melaksanakan program pariwisata berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai positif yang ditetapkan oleh manajemen. Sejak 12 tahun lalu, Wyndham meluncurkan “WynGreen”, yakni sebuah program yang difokuskan pada pendidikan dan inovasi sebagai cara hidup dan bekerja berdasarkan visi dan nilai-nilai inti perusahaan, meningkatkan kehidupan pelanggan dengan meningkatkan lingkungan yang mendukung masyarakat global dan lokal, serta mengembangkan program berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi.
“Tujuan Wyndham adalah menciptakan pekerjaan dan mendukung ekonomi lokal. Kami memimpin perubahan untuk melindungi keanekaragaman hayati dan mengurangi emisi dalam rantai nilai kami. Dalam bisnis, kami melindungi dan menghargai perbedaan budaya, nilai-nilai, dan warisan budaya untuk membuat tujuan di seluruh dunia menjadi unik,” ujar Paolo.
Keberpihakan pada pariwisata yang berkelanjutan harus dilakukan oleh pelaku industri pariwisata di Indonesia agar destinasi wisata serta ekosistem yang melingkupinya dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Selain itu, pada saat ini kesadaran wisatawan akan kebersihan dan kesehatan lingkungan juga sudah semakin tinggi sehingga destinasi wisata yang menerapkan pariwisata berkelanjutan bisa menjadi nilai lebih untuk mendatangkan mereka.




