Kendati sudah terisi penuh oleh para tenaga medis dari rumah sakit rujukan COVID-19, Brili mengaku kewalahan dengan permintaan yang masih membeludak. Dia mengatakan, hingga saat ini masih banyak tenaga medis di luar sana yang membutuhkan penginapan sementara selama bekerja menangani kasus COVID-19.
Brili menyebutkan, permintaan lainnya berasal dari tenaga medis yang bekerja di rumah sakit rujukan lainnya, yakni RST Wijayakusuma Purwokerto. Dengan keterbatasan kamar di hotelnya, dia meminta bantuan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat untuk mencarikan hotel terdekat dari rumah sakit tersebut.
“Saya sudah coba kontak PHRI, tapi belum ada yang meresponsnya. Cara lain yang bisa kami lakukan hanyalah mengajak kerja sama pemilik hotel dekat sana untuk melakukan hal yang sama dengan kami. Doakan saja,” ujarnya lagi.
Ia juga meminta bagi semua pihak untuk ikut andil membantu para tenaga medis di seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia. Menurutnya, bantuan ini dapat meringankan beban seluruh tenaga kesehatan yang tengah berjuang untuk melakukan misi kemanusiaan.
“Siapa pun orang baik di luar sana yang ingin menolong, akan selalu saya support. Sumbangan makanan atau dalam bentuk apa pun, bisa disalurkan melalui Aksara Homestay,” dia menambahkan.
Brili juga berharap agar wabah ini segera berakhir sehingga tidak ada lagi kekhawatiran sesama manusia. Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan para pejuang kesehatan dalam menjalankan tugasnya.
“Mendoakan mereka agar terus dilindungi oleh Allah SWT, diberi kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas mulia ini. Jangan biarkan tenaga medis bertarung sendirian menghadapi kasus ini,” ujarnya lagi.




