BerandaLiterasi DigitalAnak Beralih ke Gawai, Pengawasan Orangtua Diperlukan

Anak Beralih ke Gawai, Pengawasan Orangtua Diperlukan

Published on

spot_img

Selama Pandemi Covid-19 melanda dunia, seluruh kegiatan menjadi terbatas. Bekerja dan sekolah banyak dilakukan di rumah. Mau tidak mau, kegiatan anak-anakpun perlahan mulai beralih ke gawai.

“Saat masa pandemi Covid-19, kita dapat melihat semakin banyak orang termasuk anak remaja menghabiskan banyak waktu di internet. Bukan hanya untuk kegiatan belajar dari rumah, tetapi juga untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarganya,” kata I Gede Putu Krisna Juliharta, S.T.,M.T, Ketua Relawan TIK Prov Bali dan Wakil Ketua III STMIK Primakara, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (25/6/2021).

BACA JUGA:  Gencarnya Digital Marketing Melalui Media Digital

Data Digital Report 2020 oleh Hootsuite menunjukkan, pengguna internet didominasi remaja dengan rata-rata menghabiskan waktu 7 jam 59 menit perhari. Apabila tidak diawasi dan diatur dengan benar, kata Krisna, penggunaan gawai yang berlebihan bisa saja mempengaruhi kesehatan anak, pola hidup yang kurang baik, bahkan dapat menyebabkan ketergantungan.

Orangtua, menurut Krisna, memiliki peran penting menjaga kesehatan anak dengan baik dari pengaruh penggunaan gawai dengan menerapkan beberapa metode yang baik dan benar.  Orangtua dan anak perlu untuk mengenali dan mengetahui potensi risiko dari suatu aplikasi yang akan digunakan, hal ini menjaga agar anak tetap aman di dalam dunia maya.

BACA JUGA:  Cyber Safety, Cara Aman Mengakses Internet

“Kalau yang sering digunakan anak YouTube, orangtua bisa membatasi akses anak dengan setting di mode terbatas kemudian diaktifkan atau menggunakan YouTube Kids,” katanya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Memulai Bisnis Dengan Rasa Optimistis

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Wajah Baru ARTOTEL Harmoni Jakarta Padukan Seni Peranakan dan  Gaya Hidup Urban 

Jakarta, Venuemagz.com - ARTOTEL Harmoni Jakarta sukses menggelar grand launching pada tanggal 23 Oktober...

Genjot Daya Saing Global, Kemenekraf Rilis Tiga Terobosan Baru dalam WCCE 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam...

Sukses Besar WCCE 2026: Dari ‘Jakarta Vision’ hingga Estafet Estetika ke Glasgow

Jakarta, Venuemagz.com - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi ditutup...

IIMS Garage Balikpapan 2026 Tutup Gelaran dengan Capaian Positif dan Lonjakan Pengunjung 

Balikpapan, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali sukses menggelar Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage...

Wajah Baru ARTOTEL Harmoni Jakarta Padukan Seni Peranakan dan  Gaya Hidup Urban 

Jakarta, Venuemagz.com - ARTOTEL Harmoni Jakarta sukses menggelar grand launching pada tanggal 23 Oktober...

Genjot Daya Saing Global, Kemenekraf Rilis Tiga Terobosan Baru dalam WCCE 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam...

Sukses Besar WCCE 2026: Dari ‘Jakarta Vision’ hingga Estafet Estetika ke Glasgow

Jakarta, Venuemagz.com - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 resmi ditutup...