Bermigrasi ke Skema Pemasaran Digital

Saturday, 16 October 21 Venue

Di masa Pandemi Covid-19, minat masyarakat berbelanja online semakin tinggi. Menurut Fetty Kurniawati, Pendamping Sosial Kemensos RI & Dosen Luar Biasa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun, peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan agar bisa mendatangkan cuan bagi masyarakat yang memiliki jiwa bisnis.

“Pelaku UMKM semakin banyak bermigrasi ke skema pemasaran digital selama pandemi. Kondisi ini menandakan adanya permintaan konsumen yang terus berevolusi,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (14/10/2021).

Marketplace, kata Fetty, menjadi pintu bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis maupun memulai bisnis tanpa harus memiliki toko fisik. Ada beberapa keuntungan yang akan didapatkan apabila berjualan secara online.

“Kami menyadari usahawan mikro yang akan menjalani usaha online akan lebih mudah dengan memulai penjualannya di media sosial maupun marketplace,” ujar Fetty.

BACA JUGA:   Membawa Iman Dalam Bermedia Sosial

Menurut dia, terdapat tiga keuntungan yang didapatkan pedagang jika memasarkan dagangannya secara online. Peluang tersebut diharapkan menjadi landasan membuka bisnis secara online, di antaranya:

  • Memulai Bisnis Lebih Mudah dan Cepat

Melalui platform sosial media atau marketplace, usahawan bisa mulai hanya dengan mengikuti instruksi yang tersedia. Seperti mengisi data diri dan kelengkapan data usaha, memuat gambar produk dan layanan, menuliskan deskripsi singkat dari layanan yang dimiliki, dan berinteraksi secara real-time dengan konsumen. Usahawan juga dapat mengakses di manapun dan kapanpun aplikasi tersebut melalui smartphone kesayangannya. Khusus di media sosial, usahawan juga dapat membangun dan meningkatkan brand awareness-nya melalui unggahan yang tidak hanya bersifat promosi tetapi juga konten-konten edukatif, informatif, dan menghibur yang berkaitan dengan jenis bisnisnya.

  • Meningkatkan Efisiensi Operasional Bisnis
BACA JUGA:   Meminimalisir Dampak Negatif Perkembangan Teknologi

Ketika berjualan di marketplace dan media sosial, usahawan tidak perlu memiliki toko fisik dan memungkinkan bisnis memperluas target audiensnya bahkan sampai ke luar daerah operasional. Hal ini tentunya penghematan biaya operasional. Selain itu, hadirnya berbagai opsi jasa antar di marketplace yang cukup terjangkau membantu usahawan tidak perlu menambah urusan logistik dan fitur pelacakan barang juga menjadi nilai tambah baik usahawan dan konsumen sehingga nilai kepercayaan dan transparansi cukup kuat dibangun.

  • Transaksi Pembayaran yang Terintegrasi dan Lebih Cepat

Usahawan yang mulai merambah dunia online tidak lepas dari tuntutan untuk terintegrasi dengan fitur pembayaran digital pula. Hal ini tidak lepas dari layanan konsumen untuk memudahkan transaksi dan efisiensi antar-seller dan provider. Komisi dan keuntungan bisa didapat lebih cepat, dan mudah dilacak secara real time oleh seller.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Marak Kejahatan Carding, Begini Antisipasinya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).