Kasih sayang dan hubungan yang berkualitas melalui komunikasi terbuka antara orangtua dan anak sangat diperlukan. Menurut Idayanti Sudiro, Certified Life and Wellness Coach,hal itu dilakukan agar terjalin kedekatan yang akan membentengi anak dari segala hal negatif di luar sana.
“Termasuk internet yang kini sudah menjadi keseharian masyarakat modern,” kata dia dalam webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Kamis (7/10/2021).
Orangtua, kata Idayanti, perlu memberikan waktu berkualitas, serta perhatian dan memberikan pendapat atas apa yang dilakukan anak. Saat melakukan hal tersebut, lanjut dia, orangtua harus dengan hati dan wajah tersenyum sehingga anak pun mau mendengarkan. “Selain itu orangtua juga harus menjadi role model terlebih dulu, karena tidak mungkin memberi tahu sesuatu yang tidak dilakukan orangtua.”
Dia menuturkan, berkaitan dengan keamanan internet, saat orangtua memberitahu bahwa ada dampak negatifnya dan harus dilakukan pembatasan penggunaan, maka orangtua terlebih dulu mengaplikasikannya sehingga anak meniru. “Orangtua harus bisa menjadi contoh, seperti tidak memainkan gawai saat di ruang makan dan tidak sibuk dengan gawai sewaktu bersama-sama anak di waktu berkualitas dengannya.”
Komunikasi sambil mengedukasi, kata Idayanti, juga bisa dilakukan orangtua kepada anak, yakni dengan menjadi teman yang asik dan menyenangkan untuk anak. Lewat waktu berkualitas orangtua bisa sekaligus memberikan pengetahuan dan pengertian bahwa internet merupakan dunia luar sehingga harus bijaksana dalam pemakaiannya.
Kemudian, lanjut dia, memahamkan pentingnya keamanan digital tentang perlunya mengamankan password, berkenalan di dunia internet harus dengan seleksi yang ketat untuk menghindari predator dan ancaman kejahatan. Serta bagaimana interaksi digital yang sopan dengan tata krama, unggahan yang pantas dan tidak dilakukan.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).




