Memilih Investasi dengan Risiko Rendah

Saturday, 07 August 21 Venue

Berinvestasi dapat memberikan keuntungan jika benar dalam memilih jenisnya. Saat ini, sudah banyak penawaran produk investasi baik dengan return rendah, sedang, hingga tinggi. Selain return, pada saat melakukan investasi harus memperhatikan juga risiko yang melekat pada produk investasi yang akan dipilih.

“Melakukan investasi bukan hal yang sulit tetapi juga bukan berarti Anda menggampangkannya,” ujar Moh. Faisol, Dosen Universitas Wiraraja Sumenep, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (6/8/2021).

Jika dilakukan dengan tepat, kata dia, berinvestasi memang berpotensi memberikan keuntungan. “Meski begitu, yang namanya investasi pasti memiliki risiko. Untungnya, saat ini sudah banyak pilihan produk investasi dengan risiko yang rendah,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sudah banyak platform online yang memberi layanan berbagai jenis investasi. “Demi keamanan, pastikan kita memilih platform investasi yang terdaftar resmi,” ujar Faisol. Dia mengatakan, terdapat beberapa jenis investasi online yang bisa dipilih, di antaranya:

  • Reksadana.

Untuk pemula, salah satu yang direkomendasikan adalah investasi online Reksadana. Sederhananya, reksadana adalah suatu wadah tempat menghimpun dana dari investor yang akan dikelola manajer investasi untuk disalurkan atau diinvestasikan ke suatu Portofolio Efek. Reksadana terbagi dalam beberapa jenis yaitu Reksadana Pasar Uang, Reksadana Obligasi, Reksadana Saham, dan Reksadana Campuran. Karena dinilai memiliki risiko rendah, Reksadana Pasar Uang bisa dipilih sebagai permulaan.

  • P2P Lending.
BACA JUGA:   Hoaks Mewabah, Begini Hasil Surveinya

Merupakan salah satu alternatif investasi yang naik daun sejak beberapa tahun ke belakang, kepopuleran P2P Lending meroket sejalan naiknya tren pinjaman online. Sistem P2P Lending cukup sederhana. P2P Lending menjadi perantara bagi investor dan pihak yang membutuhkan dana, biasanya untuk permodalan usaha UMKM. Nantinya keuntungan didapatkan berasal dari bunga pinjaman.

  • Obligasi Negara Ritel.

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh suatu institusi yang bisa dibeli oleh khalayak umum. Sederhananya, kita memberi pinjaman pada institusi yang mengeluarkan surat Obligasi, dan in return berhak mendapatkan pengembalian pokok pinjaman dan juga bunganya. Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah produk investasi Obligasi yang paling recommended terutama untuk investasi online. Sekarang ini pembelian ORI bisa dilakukan melalui berbagai platform P2P Lending dan juga aplikasi khusus yang dikeluarkan pihak bank.

  • Forex.
BACA JUGA:   Keuntungan Bisnis Internet Marketing

Trading Forex adalah suatu investasi dengan melakukan jual beli valas. Keuntungannya didapatkan dari selisih nilai tukar antar mata uang. Jenis investasi ini cukup kompleks. Kita harus pelajari terlebih dahulu sistem transaksi dan berbagai strategi trading forex supaya investasinya bisa mendapat untung.

  • Saham.

Saham pada dasarnya adalah bukti kepemilikan perusahaan. Keuntungan dari investasi saham berasal dari kenaikan nilai saham dan juga dividen atau pembagian laba perusahaan. Tapi, tidak semua perusahaan memberikan dividen pada investornya. Karena memiliki risiko tinggi, sebelum mulai berinvestasi di instrumen saham ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu mengenai pasar modal, bagaimana cara transaksi, strategi investasi, dan lain sebagainya.

  • Emas.

Sekarang ini, bisa berinvestasi atau menabung emas melalui platform online. Ini adalah salah satu jenis investasi online yang aman dan minim risiko. Jadi, bisa melakukan transaksi jual beli di mana saja, kapan saja, melalui platform online, dan tidak perlu menyimpan sendiri emasnya. Selain lebih nyaman dan praktis, investasi ini juga aman karena tidak ada risiko kehilangan.

BACA JUGA:   Hindari Saling Menjatuhkan di Media Sosial

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).