Mendidik Anak Praktik Kebersihan Siber

Sunday, 12 September 21 Venue
Edu Gears Exhibition

Pandemi Covid-19 melahirkan kebiasaan baru, di mana aktivitas media sosial (medsos) menarik minat anak-anak di Indonesia. Orangtua pun harus bisa mengawasi anaknya biar tidak kecanduan.

“Sebanyak 91% dari pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak terutama berusia 15-19 tahun, sangat penting bagi orangtua untuk membimbing dengan serius, mulai dari usia muda, tentang bagaimana mereka dapat belajar, berkomunikasi, dan bersenang-senang di platform online,” tutur Mario Antonius Birowo, Ilmu Komunikasi Universitas Atamajaya Yogyakarta, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (10/9/2021).

Dengan mulai meningkatnya aktivitas di dunia maya, anak-anak mulai membiasakan diri, sebab mayoritas sekolah di Tanah Air kini beralih jadi belajar online, komunikasi melalui platform media sosial juga digunakan untuk tujuan pendidikan.

BACA JUGA:   Pentingnya Kode OTP Saat Bertransaksi Online

Mario mengatakan, penting untuk mendidik anak-anak tentang praktik kebersihan siber yang baik karena ancaman dunia maya yang dihadapi oleh anak-anak dan organisasi, semuanya saling terkait ketika garis antara perusahaan dan keamanan rumah menjadi semakin kabur. Oleh karena itu, kata dia, untuk memastikan anak memiliki pengalaman online positif saat memakai media sosial selama pandemi, dapat dilakukan langkah-langkah seperti berikut:

  • Tindakan keamanan yang paling penting adalah komunikasi terbuka dengan anak-anak. Menjaga dialog yang konstan dengan anak-anak akan membantu memahami lebih baik apa yang sedang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengajarkan anak menghindari klik email dari sumber tidak diverifikasi.
  • Mengedukasi anak tentang penipuan online jika memungkinkan.
  • Tidak pernah ada kata terlalu muda untuk belajar. Jika anak dapat menggunakan internet untuk menonton film atau mengunduh game, maka ajari mereka cara memperhatikan hal-hal seperti keaslian situs web dan ekstensi unduhan file.
  • Bergerak lebih dari sekadar memantau dan berdiskusi. Carilah waktu yang tepat untuk bermain game dengan anak-anak. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan dengan mereka, tetapi juga memungkinkan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dilakukan anak di waktu luang mereka.
BACA JUGA:   Antisipasi Penyalahgunaan Jejak Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).