Plus Minus Menggunakan VPN Untuk Berselancar

Monday, 21 June 21 Venue

Dalam kesempatan webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (16/6/2021), Dr. Lesza Leonardo Lombok,S.H., LL.M., Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Manado, memaparkan tentang mengenali penggunaan Virtual Private Network (VPN) dan dampaknya.

Kebutuhan akan perluasan jaringan data/multimedia pada perusahaan sekarang ini semakin tinggi. Masalahnya, jaringan saat ini tidak mempunyai dukungan yang cukup terhadap sistem keamanan.

Solusinya, perusahaan membentuk keamanan jaringan andal melalui sistem leased line. Namun, masalah yang terjadi adalah skala jaringan menjadi besar, biaya pengembangan investasi semakin tinggi, dan ketersediaan akses akan menjadi masalah yang krusial.

“VPN ini menjadi solusi lain yang ditawarkan. Namun, ini harus memiliki sistem keamanan yang baik sehingga jaringan privat tersebut tidak dapat diakses oleh pengguna yang tidak berwenang,” ujar Lesza.

BACA JUGA:   Mencapai Merdeka Finansial di Usia Muda

VPN adalah teknologi komunikasi yang memungkinkan seseorang terkoneksi ke jaringan publik dan tergabung ke jaringan lokal. Dengan cara tersebut maka akan didapatkan hak dan pengaturan yang sama seperti halnya berada di dalam Local Area Network itu sendiri, walaupun sebenarnya menggunakan jaringan milik publik.

Fungsi VPN membuat kerahasiaan data terjaga, keutuhan data, dan bisa melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data. Sementara kelebihannya adalah hemat biaya, fleksibilitas, kemudahan pengeluaran dan administrasi, serta mengurangi kerumitan pengaturan dengan teknologi tunneling.

Keuntungan dari menggunakan VPN antara lain bisa melakukan remote access, ByPass alias dapat melewati pembatasan geografi terhadap situs streaming atau video, serta dengan VPN kita bisa berselancar dengan aman ketika menggunakan akses internet publik seperti hotspot.

BACA JUGA:   Pelaku Usaha Kuliner Diminta Manfaatkan Teknologi Digital

“Tentu saja kalau ada positifnya, ada negatifnya. Dampak negatif dari VPN itu koneksi internet tidak bisa diprediksi, tinggi risiko penyadapan, hacking dan tindakan cybercrime pada jaringan VPN, terbukanya akses pada konten yang telah masuk dalam daftar blokir pemerintah yang sering disalahgunakan dalam bentuk penyebaran hoaks/ujaran kebencian, konten pornografi hingga konten yang mengajarkan aksi terorisme dan lainnya. Maka kita harus bijak menggunakan VPN,” jelasnya.

Lesza pun menjelaskan akses VPN bisa dilakukan secara manual lewat koneksi di komputer atau mobile device dan selanjutnya lewat aplikasi. Sebaiknya pilih aplikasi VPN yang berbayar dan tepercaya.

“Di dunia digital tidak ada yang benar-benar gratis. Untuk VPN jika kita pakai yang gratis, artinya biaya pemakaian aplikasi tersebut dibayar dengan hal lain, misalkan data kita dan sebagainya,” tutup Lesza.

BACA JUGA:   Cegah Penipuan Daring, Waspadai Permintaan Data

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).