Ragam Alasan Pelaku Bullying

Wednesday, 13 October 21 Venue

Bullying adalah suatu tindakan, perilaku agresif yang dilakukan seseorang atau individu, yang akhirnya timbul opini ataupun komentar yang akan membuat orang atau lawan bicaranya merasa terintimidasi atau terhakimi, sehingga membawa dampak negatif bagi orang lain.

“Secara sederhana, bullying bisa diartikan sebagai sebuah tindakan menyakiti orang lain agar dirinya memiliki kuasa untuk mengatur orang lain,” kata Eko Sulistyoko, Computer Teacher Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

Menurut dia, tindakan menyakiti orang lain tersebut bisa ditunjukan dengan berbagai cara. Misalnya saja dengan mengintimidasi, labeling, gossiping, sampai ketindakan fisik seperti menampar ataupun memukul.”

Eko mengatakan, terdapat beberapa hal yang jadi latar belakang penyebab kenapa seseorang bisa jadi tukang bully atau pelaku bullying. “Salah satunya, seseorang jadi suka mem-bully karena kurang rasa percaya diri,” kata dia.

BACA JUGA:   Investasi Digital Semudah Membalik Telapak Tangan

Berikut, beberapa hal yang bisa jadi penyebab dan alasan seseorang jadi suka mem-bully:

  • Ingin berkuasa

Banyak cara yang dilakukan orang untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Keinginan untuk mendapatkan perhatian banyak orang tersebut, menjadikan pem-bully membuat dirinya lebih kuat ataupun berkuasa dari orang lainnya dengan cara mem-bully.

  • Jadi pelaku bullying karena biasa di-bully

Perilaku mem-bully kebanyaan terjadi karena siklus. Orang bisa menjadi kasar karena dia biasa dikasari oleh lingkungan sekitarnya. Orang yang tumbuh dengan sikap kasar seperti ini kebanyakan akan jadi orang yang juga kasar terhadap orang lain.

  • Jadi pem-bully karena rasa iri

Selain itu, banyak juga orang yang mengintimidasi ataupun memberikan name label kepada orang lain karena merasa iri dengan kelebihan yang dimiliki orang lain. Kelebihan orang lain tersebut membuat dirinya tidak nyaman. Ketidaknyamanan itu ditunjukkan dengan sikap kasar ataupun intimidatif, sehingga orang tersebut (yang di-bully) juga merasa tidak nyaman.

  • Kurang percaya diri
BACA JUGA:   Kenali Ciri-Ciri Nomophobia

Banyak di antara orang yang tukang bully itu justru karena dia memiliki krisis kepercayaan diri. Pem-bully mungkin terlihat tangguh dan berani saat mengerjai orang lain, tapi justru menjadi ciut ketika harus maju sendiri dan menjadi pusat perhatian. Maka dari itu, kebanyakan tukang bully biasanya selalu berkelompok.

  • Menjaga tradisi

Ini biasanya jadi alasan dari si tukang bully di sekolah. Perilaku bully yang paling sering terjadi di sekolah adalah tradisi ngerjain anak-anak baru pada masa orientasi. Tidak jarang perilaku bully yang dilakukan saat masa orientasi menjadi tindakan kriminal yang merugikan nama baik. Dengan alasan menjaga tradisi inilah, kerap kali banyak peristiwa bullying di sekolah yang dianggap wajar.

BACA JUGA:   Bahaya yang Mengintai dari Jejak Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).