Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ikut mempromosikan kampanye #RinduLabuanBajo di Stasiun MRT Bundaran HI pada 30 Mei 2021. Acara tersebut tercipta atas kerja sama antara PT MRT Jakarta serta Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Kampanye #RinduLabuanBajo menghadirkan penampilan “Animal Pop Komodo”, yaitu tari kontemporer kreasi anak muda dari Pulau Komodo dan Pulau Rinca Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Tarian unik ini merupakan hasil dari kegiatan inkubasi program Aksilarasi 2020 melalui subsektor seni pertunjukan, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf berkolaborasi dengan BPOLBF. Penampilan ini sekaligus menjadi agenda uji publik atas keberhasilan kegiatan tersebut.
Acara ini juga menghadirkan talk show, pertunjukan musik, penampilan Sasando, serta pameran pelaku UMKM ekonomi kreatif Labuan Bajo. Peserta pameran berasal dari Muku Cookies, De Morin Coffee, New Eden Moringa, Cuing Labuan Bajo, Bajo Bloom, dan Labora Art. Berbagai kegiatan promosi produk pariwisata lokal seperti atraksi budaya hingga paket wisata tematik dihadirkan dalam kampanye #RinduLabuanBajo.
Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam mempromosikan potensi parekraf Labuan Bajo yang merupakan satu dari lima destinasi super prioritas. Selain itu, kampanye tersebut juga untuk memastikan bahwa ke depannya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dapat lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Sandiaga menjelaskan, saat ini kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sudah mulai meningkat sekitar 20-30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Melalui kegiatan ini, Sandiaga berharap jumlah tersebut akan semakin meningkat dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Tetapi, kita tidak ingin melihat kuantitas saja, harus ada kualitas di dalamnya dari segi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi kreatif. Ini merupakan kolaborasi bersama, harapannya kita bisa segera bangkit membantu saudara kita yang betul-betul membutuhkan bantuan dan harapan kita agar pariwisata bisa segera bangkit dan pulih,” jelasnya lagi.
Shana Fatina, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan makin meningkatkan awareness wisatawan dan publik terhadap pariwisata di Labuan Bajo. Selain itu, mendorong penyebaran informasi terkait potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo Flores.
Kegiatan ini juga dianggap sebagai jembatan akses produk pariwisata Labuan Bajo Flores di Jakarta sehingga produk kreatif lokal dapat laku terjual. Tak hanya itu, Shana juga berharap agar kegiatan ini dapat mendorong Labuan Bajo sebagai sebuah lokasi event terbaik di Indonesia.
“Intinya dengan tanda pagar Rindu Labuan Bajo kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Labuan Bajo tidak hanya Komodo, tapi beyond that ada desa wisata, produk ekonomi kreatif, serta kuliner menarik. Jadi, bagi yang ingin mendapatkan pengalaman wisata berkualitas datanglah ke Labuan Bajo,” ungkap Shana.




