Bidang Akomodasi dan Kuliner Penyumbang Terbesar Pariwisata Indonesia

Tuesday, 12 February 19   15 Views   0 Comments   Bonita Ningsih
Rakernas PHRI

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, bidang akomodasi dan kuliner menjadi penyumbang terbesar di sektor pariwisata Indonesia, dengan total keseluruhan mencapai 60 persen, yang terbagi dari 40 persen untuk hotel dan 20 persen untuk kuliner atau restoran. Hal tersebut diungkapkan Arief Yahya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) IV di Jakarta, 11 Februari 2019. Acara Rakernas tersebut juga menjadi rangkaian acara ulang tahun PHRI ke-50.

Menurut Arief, berkembangnya bidang akomodasi dan kuliner tidak lepas dari partisipasi aktif yang dilakukan PHRI. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PHRI, Hariyadi B. Sukamdani, karena sudah turut aktif menyukseskan pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara. Bahkan, menurut Arief, bisnis perhotelan saat ini dapat mendukung program hot deals.

“Terima kasih untuk PHRI karena juga telah mendukung sektor digital pariwisata di Indonesia. Ini harus terus dipertahankan oleh PHRI. Tujuannya agar dapat terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada para konsumen yakni wisatawan,” kata Arief.

Dalam kesempatan yang sama, Hariyadi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2018 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 15,8 juta orang, sementara itu pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 265 juta pengunjung.

Meskipun jumlah pengunjungnya sudah banyak, Hariyadi berharap tahun 2019 jumlah wisatawan mancanegaranya masih bisa ditingkatkan. Ia menargetkan akan ada 20 juta wisatawan mancanegara yang harus disukseskan dengan strategi yang tepat.

Beberapa cara akan dilakukan untuk menyukseskan hal tersebut, salah satunya ialah mendukung pemerintah dengan membuat program-program yang dapat meningkatkan okupansi di bidang hotel dan restoran. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan maskapai dan travel online untuk mencapai target tersebut.

“Kami akan terus mendukung program pemerintah, apalagi di usia yang sudah matang ini diharapkan dapat membuat PHRI sebagai perhimpunan yang berisi pemain-pemain perhotelan yang profesional. Nantinya, pemain-pemain kami akan menciptakan kualitas akomodasi dan restoran Indonesia dengan kelas yang terbaik,” ujar Hariyadi.

Selain itu, Hariyadi juga berharap agar pemerintah tidak lagi melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemerintah daerah untuk melakukan rapat di hotel. Menurutnya, kegiatan pemerintah yang dilakukan di hotel memiliki kontribusi besar dari segi pendapatan hotel.

“Kami berharap tidak ada lagi pelarangan untuk melakukan meeting di hotel karena itu sangat berpengaruh bagi kami. Apalagi, sekarang ini kondisi ekonomi sudah mulai sulit sehingga kami butuh itu untuk pemasukan kami,” ujar Hariyadi.