Dinas Pariwisata Bali Incar Wisman dari Eropa Timur

Wednesday, 27 March 19 Bonita Ningsih
Wisatawan asing sedang menikmati keindahan pantai Padang-Padang, Bali. Foto: Venuemagz/Erwin

Dinas Pariwisata Provinsi Bali saat ini mengincar wisatawan mancanegara dari Eropa Timur. Menurut AA Gede Yuniartha Putra, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, keinginannya tersebut lantaran saat ini sudah ada penerbangan langsung dari wilayah Rusia ke Bali.

“Eropa Timur ini saya anggap sangat menarik karena sudah ada penerbangan yang langsung dari Rusia ke Bali. Jadinya, sekarang kita cari pasar-pasar di Eropa Timur,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta.

Menurut Yuniartha Putra, adanya maskapai penerbangan itu sangat membantu wisman dari Eropa Timur untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali. Hal ini tentunya akan membantu pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata, untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisman pada tahun 2019.

“Tentunya pesawat dari Rusia ini bisa menjadi jembatan bagi penduduk di Eropa Timur. Jadi, mereka yang tinggal di Eropa Timur bisa ke Rusia dulu buat naik pesawat yang langsung ke Bali,” ujar Yuniartha Putra.

Selain mendapat angin segar dari wisman di Eropa Timur, saat ini Bali juga didukung oleh maskapai penerbangan yang membuka rute Bali-London dan London-Bali. Bahkan, dengan adanya penerbangan langsung dari London ke Bali, Yuniartha Putra mengklaim saat ini jumlah wisman terbanyak yang masuk ke Bali berasal dari London.

“Sebenarnya banyak sekali penerbangan yang ingin ke Bali langsung, tapi saat ini pesawat Garuda sudah ada penerbangan langsung dari London ke Bali. Sebelumnya kan memang hanya ada yang langsung ke Jakarta, tapi karena sempat dihentikan jadinya kita minta supaya ada London ke Bali, dan akhirnya terlaksana,” ujar Yuniartha Putra.

Meskipun saat ini wisman dari London berada di posisi teratas, menurut Yuniartha Putra saat ini Dinas Pariwisata Bali masih ingin menggenjot wisman dari negara lainnya. Tercatat hingga kini wisman dari Eropa, Cina, Australia, dan India yang memiliki jumlah terbanyak di Provinsi Bali.

“Tentunya kita harus memikirkan pasar-pasar kita lainnya. Kita juga harus mencari pasar-pasar yang baru. Namun, tetap kita fokuskan ke negara-negara yang menjadi top 5 tersebut agar dapat terus meningkat,” ujarnya lagi.