BerandaNewsMenparekraf Sebut Libur Nataru Berkontribusi Rp120 Triliun Untuk Ekonomi Nasional

Menparekraf Sebut Libur Nataru Berkontribusi Rp120 Triliun Untuk Ekonomi Nasional

Published on

spot_img
spot_img

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melaporkan bahwa libur Natal dan Tahun Baru kemarin berjalan sesuai dengan proyeksi dan ekspektasi. Laporan tersebut berdasarkan data-data yang telah disampaikan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan melihat pengelolaan daya tarik wisata yang baik dan akses yang luas. 

“Kami proyeksikan, momentum libur Nataru memberikan kontribusi Rp120 triliun terhadap perekonomian nasional,” ungkap Sandiaga dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Jakarta beberapa waktu silam.

Dalam laporannya, Sandiaga, juga menyebutkan bahwa telah terjadi lonjakan pengunjung pada libur Nataru yang mencapai 107 juta -110 juta. Dengan mayoritas pengunjung melakukan sejumlah aktivitas wisata selama libur Nataru 2023-2024.

BACA JUGA:  Epson Pimpin Pasar Cetak Format Besar di ASEAN pada 2022

Dengan demikian, Kemenparekraf, melihat adanya potensi perputaran ekonomi yang besar berasal dari akomodasi, hotel, hingga restoran. Sandiaga menyebutkan, potensi ekonomi yang ditimbulkan dari akomodasi hotel telah mencapai Rp108 miliar lebih. 

“Jumlah tersebut dihitung dari okupansi hotel sekitar 70 persen selama 10 hari dengan jumlah kamar berdasarkan BPS sekitar 15.500 kamar. Kemudian dengan asumsi harga kamar sekitar Rp1 juta, maka proyeksi inilah yang menjadi acuan kita,” jelas Sandiaga.

BACA JUGA:  Menparekraf Harap Indonesia Menjadi Pilihan Destinasi di Asia Tenggara

Selain itu, Kemenparekraf, juga telah melakukan survei pemantauan momen Nataru yang berlangsung pada 30 Desember 2023 -15 Januari 2024. Pada survei tersebut, terdapat 934 responden wisatawan nusantara (wisnus) yang telah menunjukkan pergeseran profil wisnus saat momen Nataru.

Hasil survei tersebut menyebutkan bahwa saat ini wisnus lebih memilih menginap di rumah saudara atau kerabat dengan durasi perjalanan wisata 1-1,5 jam. Terdapat lebih dari 60 persen wisnus menggunakan kendaraan pribadi dan wanita milenial mendominasi pelaku perjalanan wisnus.

BACA JUGA:  ASITA Sebut Market Inbound ke Indonesia Timur sedang Berkembang

“Untuk pertama kalinya wanita milenial mendominasi pelaku perjalanan wisnus. Mereka saat ini telah menjadi pendobrak wisnus,” Sandiaga menambahkan.

Tak hanya itu, para responden juga lebih memilih berwisata di dalam Kota/Kabupaten serta Luar Kota/Kabupaten dalam provinsi sebagai pilihan terbanyak dibandingkan destinasi lainnya. Destinasi wisata yang paling banyak dipilih adalah gunung, kebun binatang, dan kuliner bersama keluarga.

spot_img
spot_img
spot_img

Akkulla Seminyak Akan Dibuka Oktober 2026, Tawarkan Diskon Pembukaan 30%

Elite Havens, perusahaan manajemen dan pemasaran vila mewah di Asia, mengumumkan bahwa Akkulla, kompleks...

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Gelar Fashion Show Inklusif

JAKARTA, Venuemagz.com – Sepuluh anak melangkah satu per satu di area lobi hotel. Mereka...

Generasi Terbaru Printer EcoTank: Cetak Lebih Cepat, Biaya Lebih Hemat

Jakarta, Venuemagz.com – Kebutuhan mencetak dokumen tidak pernah benar-benar hilang, baik untuk menyelesaikan pekerjaan...

Ocean Mantra Village Hadir di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Retret yang Sesungguhnya

Jakarta, Venuemagz.com -- Ocean Mantra Village resmi dibuka di Indonesia sebagai destinasi retret yang...

Target Ambisius Pariwisata Indonesia pada Tahun 2026

Filipina, Venuemagz.com -Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan signifikan di sektor pariwisata pada 2026, dengan fokus...

Pariwisata Indonesia Tumbuh, Tapi Tantangan Konektivitas dan Visa Masih Menghambat

Jakarta, Venuemagz.com - Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan...

Pekerja Pariwisata dan MICE Dibebaskan Pajak Penghasilannya

Jakarta, Venuemagz.com -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor...