Menparekraf Sebut Libur Nataru Berkontribusi Rp120 Triliun Untuk Ekonomi Nasional

Monday, 08 January 24 Bonita Ningsih

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melaporkan bahwa libur Natal dan Tahun Baru kemarin berjalan sesuai dengan proyeksi dan ekspektasi. Laporan tersebut berdasarkan data-data yang telah disampaikan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan melihat pengelolaan daya tarik wisata yang baik dan akses yang luas. 

“Kami proyeksikan, momentum libur Nataru memberikan kontribusi Rp120 triliun terhadap perekonomian nasional,” ungkap Sandiaga dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Jakarta beberapa waktu silam.

Dalam laporannya, Sandiaga, juga menyebutkan bahwa telah terjadi lonjakan pengunjung pada libur Nataru yang mencapai 107 juta – 110 juta. Dengan mayoritas pengunjung melakukan sejumlah aktivitas wisata selama libur Nataru 2023-2024.

BACA JUGA:   TRAVEX ASEAN Tourism Forum 2023 Dukung Pertumbuhan Bisnis Pelaku Pariwisata

Dengan demikian, Kemenparekraf, melihat adanya potensi perputaran ekonomi yang besar berasal dari akomodasi, hotel, hingga restoran. Sandiaga menyebutkan, potensi ekonomi yang ditimbulkan dari akomodasi hotel telah mencapai Rp108 miliar lebih. 

“Jumlah tersebut dihitung dari okupansi hotel sekitar 70 persen selama 10 hari dengan jumlah kamar berdasarkan BPS sekitar 15.500 kamar. Kemudian dengan asumsi harga kamar sekitar Rp1 juta, maka proyeksi inilah yang menjadi acuan kita,” jelas Sandiaga.

BACA JUGA:   IKKON 2017, Wadah Belajar bagi Industri Kreatif Daerah

Selain itu, Kemenparekraf, juga telah melakukan survei pemantauan momen Nataru yang berlangsung pada 30 Desember 2023 – 15 Januari 2024. Pada survei tersebut, terdapat 934 responden wisatawan nusantara (wisnus) yang telah menunjukkan pergeseran profil wisnus saat momen Nataru.

Hasil survei tersebut menyebutkan bahwa saat ini wisnus lebih memilih menginap di rumah saudara atau kerabat dengan durasi perjalanan wisata 1-1,5 jam. Terdapat lebih dari 60 persen wisnus menggunakan kendaraan pribadi dan wanita milenial mendominasi pelaku perjalanan wisnus.

“Untuk pertama kalinya wanita milenial mendominasi pelaku perjalanan wisnus. Mereka saat ini telah menjadi pendobrak wisnus,” Sandiaga menambahkan.

BACA JUGA:   Pesawat Delegasi IMF-WB akan Parkir di Empat Bandara Ini

Tak hanya itu, para responden juga lebih memilih berwisata di dalam Kota/Kabupaten serta Luar Kota/Kabupaten dalam provinsi sebagai pilihan terbanyak dibandingkan destinasi lainnya. Destinasi wisata yang paling banyak dipilih adalah gunung, kebun binatang, dan kuliner bersama keluarga.