Pemprov DKI Jakarta Jalin Sinergi dengan Pelaku Industri Pariwisata

Thursday, 16 May 19 Harry Purnama

Jakarta Tourism Forum (JTF) menggandeng kalangan asosiasi di bidang pariwisata dan MICE untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata asing dan domestik ke Jakarta.

Sejumlah asosiasi yang menandatangani kerja sama untuk pengembangan pariwisata di DKI Jakarta tersebut yaitu Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), Indonesia Congress & Convention Association (INCCA), ASITA Jakarta, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).

“Dengan kerja sama ini kami harapkan akan terwujud sinergi dan kolaborasi di antara pelaku industri pariwisata di DKI Jakarta,” ujar Salman Dianda Anwar, Ketua Jakarta Tourism Forum saat acara Silaturahmi & Buka Puasa serta penandatanganan MoU di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, 15 Mei 2019.

Hadir pada acara ini antara lain Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Edy Junaidi, Pimpinan Bank Indonesia Wilayah DKI Trisno Nugroho, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof. Sukoso, Ketua Umum INCCA Iqbal Alan Abdullah, Ketua ASITA Rusmiati, pimpinan Asperapi Ernest Jarel Remboen dan Ndang Mawardi, Ketua Kadin MICE Wisnu Sulaiman, Dirut PT Jakarta Tourisindo Jeffry Rantung, Budayawan Taufik Rahzen, dan sebagainya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran Kartu Anggota JTF yang berupa kartu Jak Lingko yang diterbitkan Bank DKI. Kartu ini dapat digunakan untuk kartu akses MRT, TransJakarta, dan sebagainya.

Trisno Nugroho menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan. Namun, kuartal I tahun ini meningkat menjadi 6,23%, lebih tinggi dari nasional, sementara tingkat inflasinya hanya 0,4%, yang merupakan terendah di Indonesia.

“Sektor pariwisata sangat penting bagi DKI karena sektor ini memberi multiplier effect bagi banyak pelaku usaha sehingga ekonomi lebih bergerak,” ujar Trisno.

Data pariwisata di DKI menunjukkan jumlah wisatawan asing ke DKI sebanyak 2,8 juta orang yang mengambil data dari BPS. “Kami harapkan jumlah wisatawan baik wisatawan asing maupun nusantara dapat meningkat,” ujar Trisno.

Salah satu upaya meningkatkan jumlah wisatawan ke DKI antara lain meningkatkan jumlah event yang diselenggarakan di DKI Jakarta. Event-event tersebut meliputi pameran, konferensi, sport event, festival, dan budaya.

Ketua Umum ASITA Rusmiati menyatakan, dengan adanya sinergi di antara stakeholder pariwisata di DKI Jakarta maka akan meningkatkan jumlah wisatawan ke DKI.

“Kami sangat mendukung menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata berkelas dunia,” ujar Rusmiati.

Sementara itu, Ketua INCCA Iqbal Alan Abdullah menyampaikan pentingnya DKI Jakarta sebagai ibu kota sebagai destinasi pariwisata termasuk sebagai pusat event MICE.

“Kita harus membawa event-event besar dunia untuk diselenggarakan di Jakarta. Jadinya nanti DKI menjadi pusat event yang didatangi wisatawan dari luar negeri,” ujar Iqbal.