PT KA Pariwisata Memperpanjang Pembatalan Kereta Wisata Tipe Priority

Tuesday, 31 March 20 Bonita Ningsih
Kereta Api Wisata

Menanggapi penyebaran virus corona atau COVID-19 yang semakin meningkat, PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) mengeluarkan kebijakan terbarunya. Dalam siaran persnya disebutkan bahwa PT Kawisata akan memperpanjang pembatalan penjualan 22 jadwal Kereta Wisata Tipe Priority selama masa pandemi COVID-19.

Sebelumnya, masa pembatalan ini dilakukan mulai tanggal 21-31 Maret 2020. Kemudian, pembatalan diperpanjang masanya mulai dari tanggal 1 April hingga 15 April 2020. Dengan diperpanjangnya periode tersebut, PT Kawisata mencatat akan kehilangan jumlah perjalanan sebanyak 246 perjalanan pola FIT (Free Independent Traveller).

M. Ilud Siregar, Manajer Humas Kawisata, mengatakan, perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority ini dibatalkan guna mendukung program pemerintah dalam penanggulangan penyebaran COVID-19. Menjaga jarak antar-sesama dan menghindari tempat keramaian merupakan bentuk nyata untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19.

Tidak hanya mendukung imbauan pemerintah, dibatalkannya rangkaian perjalanan khusus kereta wisata prioritas dilakukan atas dasar bisnis. Ilud menjelaskan, selama masa pandemi COVID-19, kereta wisata kelas prioritas ini mengalami penurunan okupansi penumpang sebanyak 95 hingga 97 persen.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan Kereta Wisata Tipe Priority karena adanya pembatalan tersebut,” ujar Ilud.

Kendati mengalami pembatalan perjalanan, PT Kawisata akan memberikan kompensasi bagi masyarakat yang sudah membeli tiket sebelumnya. Terdapat dua pilihan yang ditawarkan, yakni mengajukan pengembalian biaya tiket atau mengalihkan tiketnya untuk perjalanan menggunakan kereta api kelas eksekutif.

Bagi pelanggan yang mengajukan full refund, pihak manajemen akan mengurus seluruh prosedur pembatalan. Ia menjelaskan, pihaknya akan menunjuk beberapa stasiun untuk mengatasi pembatalan tiket kereta wisata ini. Sementara itu, bagi pelanggan yang membeli tiket sebelumnya melalui aplikasi KAI Access, diarahkan untuk mengurus semuanya di aplikasi tersebut.

Halaman : 123