Pembangunan destinasi super prioritas Likupang di Sulawesi Utara yang baru berjalan beberapa tahun masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Dua hal yang menjadi perhatian utama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno adalah mengenai minimnya sinyal internet dan infrastruktur dasar.
“Jangankan ngomongin yang 4G, jaringan yang dasar saja tidak ada. Saya akan hubungi Menkominfo Johnny G. Plate, Beliau akan bergerak cepat memasang BTS di spot-spot MICE,” ujar Sandi.
(Baca juga: Sandiaga Uno: Likupang Butuh Jaringan. Tolong Diviralkan!)
Untuk itu, pada kunjungan kerjanya yang pertama kali ke Likupang pada 5-6 Maret 2021, Sandiaga Uno mengajak sekitar 50 investor untuk melihat kondisi dan potensi di Likupang, dan berharap mereka mau menanamkan modalnya di Likupang.
Menurut Sandiaga, Likupang memiliki alam yang indah, dan apabila SDM serta infrastrukturnya bisa ditingkatkan, maka dalam satu tahun Likupang sudah sangat siap menjadi destinasi super prioritas.
Selain keindahan alam, menurut Sandiaga, keunggulan ekonomi kreatif juga yang paling bisa dijual dari Sulawesi Utara dan Likupang.
“Likupang ini menyimpan banyak potensi untuk menarik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, khususnya dari Asia Utara. Manado hanya 4,5 jam dari kota-kota di Asia Utara,” ujar Sandi.
“Likupang ini orientasinya bukan mass tourism, tapi smaller, customized, personalized, dan pariwisata berkelanjutan lingkungan,” ujar Sandiaga.
(Baca juga: Sandiaga Uno Menguji Kelaikan Jalur Triathlon di Likupang)
Dalam acara “Gala Dinner Tourism & Creative Economy Investment Forum in North Sulawesi” bersama para calon investor, Sandiaga turut menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT ITDC dengan PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD).
“Kita harapkan kerja sama ini bisa menarik paling tidak US$1 miliar sampai US$2,4 miliar di tahun 2030. Itu target output ekonomi yang diharapkan dari KEK Likupang sehingga harapan kami dapat menciptakan lebih dari 5.000 lapangan pekerjaan di lima tahun pertama ini bisa terwujud,” ujar Sandiaga.
Menparekraf menambahkan, rencana selanjutnya yang akan dilakukan adalah menyiapkan kelengkapan dokumentasi untuk menarik investor, diikuti langsung oleh roadshow.
“Tahun ini adalah tahun penyiapan, dan tahun depan diharapkan sudah bisa memulai suatu kegiatan yang konkret sehingga sebelum tahun 2024 sebagian fase di Likupang sudah terbangun. Bulan Mei akan kita coba dengan menggiatkan event-event, misalnya sport tourism seperti triathlon atau sepeda. Mimpi kita akan ada event kelas dunia sehingga dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan,” ujar Sandiaga.
(Baca juga: Likupang Akan Dijadikan Destinasi Sport Tourism)
Dalam kunjungannya, Sandiaga melihat kawasan Pantai Pulisan yang menjadi proyek pengembangan pertama di dalam kawasan Likupang.
“Trip kali ini membuka mata saya mengenai potensi Sulawesi Utara, terutama Likupang sebagai salah satu destinasi super prioritas,” ujar Sandiaga.
“Saya melihat Likupang ini punya potensi yang luar biasa. Saya sudah berkomitmen akan kembali ke Likupang untuk memastikan destinasi super prioritas ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur,” ujar Sandi.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang memiliki luas area 197,4 hektare. Melalui pembangunan kawasan ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 65.300 hingga tahun 2040.
Pengembangan KEK Likupang diprediksi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara sebesar 162.000 orang pada 2025. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 16 persen dari target yang ditetapkan, yaitu 1 juta wisatawan mancanegara pada 2025.




