Sapta Nirwandar: Sinergi Industri MICE dengan Industri Penerbangan

Tuesday, 19 February 19   23 Views   0 Comments   Bonita Ningsih
Sapta Nirwandar

Sapta Nirwandar, pemerhati pariwisata Indonesia, meminta industri penerbangan di Indonesia mendukung industri MICE. Hal ini dilakukan lantaran MICE dapat menguntungkan industri penerbangan dari segi ekonomi. Misalnya, jika ada event-event besar yang dilakukan di kota atau negara berbeda, industri penerbangan sangat diuntungkan keberadaannya. Orang-orang akan dengan siaga mencari penerbangan terbaiknya untuk mendatangi event tersebut.

“Misalnya saja Piala Dunia, pasti banyak orang yang akan mencari tahu penerbangan ke sana. Jadi, maskapai penerbangan pasti akan mengintip berapa banyak orang yang akan ke sana,” kata Sapta Nirwandar dalam acara penganugerahan Indonesia MICE Awards di hotel Arosa Jakarta, 15 Februari 2019.

Jika sudah begitu, industri penerbangan akan kebanjiran orderan karena banyak orang yang menyukai olahraga sepak bola. Bahkan, jika permintaan membeludak, pihak penerbangan akan menyewakan pesawatnya secara khusus untuk ke lokasi acara.

“Jadi ya memang industri pesawat harus mendukung MICE. Sebab, dengan adanya MICE, pesawat punya kemampuan untuk charter flight dan seterusnya, apalagi kalau jumlahnya banyak,” ujar Sapta.

Namun demikian, saat ini yang menjadi masalah terberat dalam industri penerbangan adalah harga tiket yang mahal. Untuk itu, Sapta meminta agar ada dukungan dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

“Maskapai ‘kan yang diributin cuma masalah harga. Ya itu harusnya pemerintah dong, kan itu jatuhnya masuk ke regulasi. Jadi, harus diatur itu,” ujar Sapta.

Sapta menyayangkan hal tersebut lantaran untuk saat ini peran pemerintah sangat diperlukan dalam perkembangan MICE. Bukan hanya mendukung dalam industri penerbangan, pemerintah juga harus mendukung industri lain yang berhubungan dengan MICE. Apalagi, hingga saat ini MICE menjadi salah satu pemasok anggaran terbesar bagi negara.

“Industri ini sudah menonjol, hanya saja MICE ini tidak didukung oleh pemerintah. Padahal, pemerintah dapat pajak dari hotel dan restoran,” kata Mantan Wakil Menteri Pariwisata itu.