BerandaNewsTren Digital Nomad Mampu Meningkatkan Pariwisata Indonesia

Tren Digital Nomad Mampu Meningkatkan Pariwisata Indonesia

Published on

spot_img

Usaha pemerintah untuk memulihkan kondisi pariwisata Indonesia akibat pandemi Covid-19 telah membuahkan hasil positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya okupansi hotel hingga jumlah pengunjung di beberapa destinasi wisata yang sudah dibuka kembali operasionalnya.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Henky Manurung, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena pemerintah mengeluarkan kampanye berupa “Liburan Aman”. Dalam hal ini, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan liburan aman dengan mematuhi protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).

BACA JUGA:  Wonderful Indonesia Ambassador Gaet Artis Cina

Tak hanya masyarakat, para penyedia usaha pariwisata juga turut berpartisipasi di dalamnya dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE. Dengan menerapkan “Liburan Aman”, pariwisata Indonesia akan semakin bangkit dan bergairah di tahun mendatang.

“Liburan aman telah menjadi tren positif dan menimbulkan perubahan besar di market domestik. Mereka yang yang terlibat di dalamnya telah menaati protokol kesehatan dan tidak pernah lalai melakukannya,” ungkap Henky.

Tren lainnya yang juga semakin berkembang di masa pandemi adalah kehadiran digital nomad. Digital nomad merupakan sebuah istilah yang dilakukan seseorang untuk bekerja secara lepas, tanpa terikat waktu, tempat, dan memanfaatkan teknologi telekomunikasi khususnya internet.

BACA JUGA:  PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Prediksi 11 Juta Orang Akan Melakukan Perjalanan Saat Nataru

Dengan kondisi tersebut, digital nomad memiliki peluang besar untuk melakukan pekerjaan sambil liburan. Para digital nomad dapat bekerja sambil menikmati pantai, gunung, dan keindahan alam lainnya di setiap destinasi yang dikunjunginya.

Di sini, terdapat dua tipe digital nomad yaitu workation dan bleisure. Workation adalah penggabungan antara bekerja dan liburan, sementara bleisure lebih pada business and leisure

“Intinya, kedua tipe digital nomad tersebut tetap sama-sama mendatangkan wisatawan untuk bekerja di destinasi tujuan,” dia menambahkan.

BACA JUGA:  Target Pariwisata Tahun 2025: Wisman Naik, Wisnus Turun

Saat ini, peran digital nomad tengah dimanfaatkan berbagai negara untuk menarik kunjungan wisatawan, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan, tren digital nomad dinilai sebagai salah satu cara meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. 

“Perlu kita ingat, semua pelaku pariwisata harus tetap menaati protokol kesehatan meskipun situasi sudah mulai membaik. Kita semua tidak boleh lengah agar dapat berwisata dengan aman dan nyaman,” ucapnya lagi.

Mulai Dari Rp9 Juta Sudah Bisa Berlayar dengan Kapal Pesiar Disney Adventure

Singapura, Venuemagz.com -- Kapal Pesiar Disney Adventure resmi melakukan pelayaran perdana kepada publik pada...

Bali International Hospital di KEK Sanur Berhasil Laksanakan Prosedur TAVI

Bali, Venuemagz.com -- Sapporo Cardiovascular Clinic (SCVC), pusat spesialis kardiovaskular yang merupakan bagian dari...

Ramadan Penuh Makna, Swiss-Belinn Manyar Surabaya Berbagi Inspirasi Bersama ABK

Surabaya, Venuemagz.com - Bulan Ramadan menjadi momen tepat untuk menumbuhkan kepedulian dan berbagi kebaikan....

Atria Hotel Gading Serpong Jamu 600 Karyawan Paramount Enterprise

Tangerang, Venuemagz.com — Atria Hotel Gading Serpong menunjukkan keunggulan fasilitas MICE-nya melalui penyelenggaraan acara...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, Bobobox Gunakan Prinsip Modularitas dan Prefabrikasi

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah fokus mendorong pariwisata yang mempertimbangkan...

Kemenparekraf Luncurkan Kampanye Sadar Wisata dan Pengembangan Pemasaran Online di 6 Destinasi Prioritas

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan Kampanye Sadar Wisata (KSW) khususnya di 6...