Kemenparekraf Jadikan Tiga Daerah Sebagai Pilot Project Wellness Tourism

Monday, 29 November 21 Bonita Ningsih

Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan masyarakat dari segi kesehatan, mulai dari pola makan dan juga gaya hidup. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wisata kebugaran atau wellness tourism di Indonesia.

Wellness tourism adalah wisata minat khusus yang bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Di Indonesia, pengembangan pariwisata di sektor kesehatan telah diinisiasi sejak 2012 dengan harapan dapat mewujudkan Indonesia sebagai destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia.

Dalam hal ini, Kemenparekraf, telah menetapkan tiga daerah untuk dijadikan pilot project agar pengembangan wellness tourism dapat segera terlaksana di Indonesia. Ketiga daerah tersebut adalah Kota Solo, D.I.Yogyakarta, serta Bali yang masing-masing memiliki keunikan sendiri dalam menghadirkan wellness tourism.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, mengatakan bahwa Kemenparekraf berkomitmen untuk memaksimalkan potensi wisata kebugaran terutama dari sisi strategi pemulihan pariwisata Indonesia. Selanjutnya, Kemenparekraf, mulai melakukan pengembangan dan promosi di tiga daerah tersebut salah satunya dengan menghadirkan Aroma Wellness Festival (AWF) di Kota Solo.

BACA JUGA:   MotoGP Mandalika Diproyeksikan Mampu Membangkitkan Nilai Ekonomi Sebesar Rp500 Miliar

“Semoga ajang promosi wisata kebugaran ini bisa menjadi top of mind bagi wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara,” kata Angela.

Angela menilai, saat ini wisata kebugaran tengah menjadi tren yang berkembang, terutama saat masa pandemi dan pascapandemi.Pasalnya, masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya, mulai dari fisik, mental, emosional, spiritual, hingga sosial.

“Isu kesehatan menjadi isu yang paling banyak diperbincangkan saat ini. Untuk itu, kegiatan ini bisa mendorong pengembangan awareness tentang potensi wisata kebugaran di Indonesia, dan semakin mengukuhkan Kota Solo sebagai the city of java wellness,” ungkapnya lagi.

Pada tahun 2017, pendapatan dari wisata kesehatan global senilai U$639 miliar dan akan terus bertambah ke depannya. Dunia memprediksi, pada tahun 2022, wisata kesehatan akan meningkat menjadi U$ 919 miliar dan diperkirakan menembus angka U$1.672 miliar di tahun 2030.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Berikan Antisipasi Untuk Meminimalisir Kecelakaan Bus Pariwisata

Sementara itu, pada tahun 2017, Indonesia berada di peringkat 17 sebagai destinasi wisata kebugaran yang paling banyak dicari masyarakat dunia. Data tersebut berdasarkan riset dari Global Wellness Tourism Economy dan telah tercatat mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,31 juta orang. Bahkan, selama pandemi berlangsung, data pencarian di internet dengan topik “wellness destination” terus mengalami peningkatan.

“Walaupun menduduki peringkat ke-17, kita tidak boleh berkecil hati, justru ini kita jadikan peluang karena artinya masih ada kesempatan yang sangat besar bagi Indonesia untuk meningkatkan potensi wisata kebugaran secara global,” ucapnya lagi.

Ia optimistis Indonesia mampu meningkatkan wisata kebugaran di masa mendatang karena menyimpan banyak potensi di dalamnya. Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang dapat dijadikan aset penting bagi wisata kebugaran. Misalnya saja, produk herbal, jamu, aromaterapi, meditasi, retret, makanan sehat, geotermal, dan masih banyak lainnya.

Walikota Solo Gibran Rakabuming mengatakan wellness tourism telah menjadi gaya hidup dan mengubah perilaku masyarakat, khususnya selama pandemi. Oleh sebab itu, dengan dukungan dari Kemenparekraf, Kota Solo bersama dengan Indonesia Wellness Institute (IWI) meluncurkan brand pariwisata Kota Solo yaitu, Solo Wellness City, City of Java Wellness.

BACA JUGA:   Hikmah di Balik Wabah

“Kota Solo akan dijadikan pilot project sebagai Indonesia Wellness City. Saya berharap langkah awal ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan bisa menular bagi kota-kota lain untuk bersama-sama memajukan sektor pariwisata di Indonesia,” ujar Gibran.

Ke depannya, Kemenparekraf, juga akan menambah daerah lainnya untuk dijadikan tempat terbaik pelaksanaan wisata kebugaran. Pasalnya, banyak daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi untuk mengembangkan wisata kebugaran, namun, belum terekspos dengan baik.