Turis Indonesia Tidak Tertarik Hotel Murah

Friday, 31 January 20 Herry Drajat

Travelport bersama dengan Galileo Indonesia, distributor Travelport di Indonesia, pada 30 Januari 2020 merilis hasil survei mengenai perilaku wisatawan Indonesia saat berwisata. Survei bertajuk “Global Digital Traveler Research Travelport” tersebut dikembangkan oleh tim Market Intelligence Travelport yang dilaksanakan secara online lewat Toluna Research pada Agustus 2019. Riset dilakukan di 20 negara, termasuk Indonesia, dengan responden berjumlah 23.000 orang yang telah melakukan setidaknya dua penerbangan pulang-pergi selama setahun terakhir.

Direktur Regional Wilayah Operator APAC Travelport Gary Harford dan Presiden Direktur Galileo Indonesia Raymond Setokusumo memaparkan penemuan spesifik mengenai wisatawan yang berasal dari Indonesia berdasarkan hasil survei tersebut.

Beberapa hasil temuan mereka di antaranya adalah wisatawan Indonesia lebih mencari nilai lebih dibanding sekadar mencari harga termurah saat memilih akomodasi. Sementara itu, saat memesan tiket pesawat, sebanyak 88 persen wisatawan Indonesia menganggap bahwa nilai tambah adalah prioritas utama dalam memilih maskapai penerbangan. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding persentase rata-rata global yang hanya sebesar 18 persen.

Selain mencari nilai lebih, para wisatawan tersebut juga ingin mempersonalisasi penerbangan mereka dengan pesanan layanan tambahan, seperti ruang kaki yang lebih luas atau makanan ekstra.

Hal yang menarik lainnya adalah wisatawan asal Indonesia tergolong paling rela memberikan lebih banyak informasi pribadi kepada pihak maskapai penerbangan asalkan mereka bisa mendapatkan penawaran khusus (24 persen, dibandingkan persentase rata-rata secara global sebesar 17%).

Saat memilih hotel, sebanyak 78 persen wisatawan Indonesia juga mempertimbangkan teknologi yang tersedia di dalam ruangan hotel (seperti Wi-Fi dan TV) sebelum memesan tiket perjalanan mereka (kedua tertinggi di dunia; persentase rata-rata secara global adalah 57%).

Selain itu, pengalaman digital yang baik juga dianggap penting dan menjadi pertimbangan oleh 79 persen wisatawan di Indonesia. Ini merupakan peringkat kedua tertinggi di dunia, di mana persentase rata-rata secara global adalah 58 persen.

Mengomentari hasil riset tersebut, Gary Harford mengatakan, “Para wisatawan mengharapkan pengalaman sederhana dan menyenangkan dari penyedia jasa pariwisata sebagaimana yang mereka dapatkan dari penyedia jasa di bidang lainnya. Riset kami menunjukkan bahwa teknologi berperan penting dalam hal ini, baik dalam memberikan layanan penawaran terpersonalisasi yang diharapkan oleh wisatawan di Indonesia, atau membantu mereka mencari nilai terbaik.”

Sementara Raymond Setokusumo menambahkan, “Memahami ekspektasi konsumen Indonesia yang terus mengalami perubahan merupakan kunci untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka. Wisatawan di sini jelas rela berkorban guna mencari nilai terbaik bagi rencana perjalanan mereka dan penyedia jasa pariwisata yang cerdas perlu memikirkan cara menyediakan hal tersebut.”