BerandaNewsUsai Pandemi, UMKM Kuliner Indonesia Kalahkan Brand Besar

Usai Pandemi, UMKM Kuliner Indonesia Kalahkan Brand Besar

Published on

spot_img

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membuat banyak industri merugi. Pariwisata dengan berbagai subsektor di dalamnya menjadi salah satu industri yang berdampak akibat penyebaran COVID-19 ini. Salah satu subsektor pariwisata yang terdampak cukup signifikan ialah para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan modal seadanya, para UMKM ini dipaksa mundur beberapa langkah ke belakang saat menghadapi pandemi COVID-19. Hal tersebut yang disampaikan oleh Arto Biantoro, Chief Executive Officer Gambaran Brand, saat diskusi online bersama Food Startup Indonesia.

Diskusi online yang dikhususkan bagi pelaku UMKM di bidang kuliner ini memperlihatkan bagaimana kondisi yang terjadi saat pandemi berlangsung. Menurut Arto, tidak hanya pelaku UMKM yang memiliki brand lokal yang mengalami kemunduran, tetapi brand besar juga mengalami hal yang serupa.

“Kalau semuanya mundur, berarti ini sebenarnya bukan sebuah kemunduran bagi brand lokal kita. Kita sebut kemunduran itu, jika brand lain maju, tetapi kita sendiri yang mundur. Jadi, di sini, pelaku usaha kecil dan menengah tidak perlu takut untuk bangkit,” jelasnya lagi.

BACA JUGA:  Pabrik Printer Epson Transisi Listrik Terbarukan Menggunakan Biomassa

Apalagi, menurut Arto, brand-brand kuliner dengan nama besar harus menghadapi tantangan yang lebih besar dibanding pelaku UMKM. Hal ini dilihat dari banyaknya outlet yang dimiliki brand besar sehingga manajemen keuangan yang dihadapi pun akan lebih berisiko.

“Misalnya brand lokal hanya punya dua outlet, sedangkan kompetitor punya 100 outlet. Jadinya, brand kita hanya mundur dua langkah, sedangkan mereka 100 langkah. Semakin besar brand-nya dan semakin banyak outletnya, akan semakin jauh juga mereka mundurnya dibanding brand lokal,” ujarnya.

Faktor lain yang membuat Arto optimistis bahwa brand lokal akan lebih cepat maju ialah dengan melihat perubahan perilaku dari konsumennya. Menurutnya, brand besar akan mengalami kesulitan dalam melihat perubahan perilaku tersebut lantaran mereka tidak memiliki kapasitas besar di setiap daerah.

BACA JUGA:  Inilah Kriteria Menteri Pariwisata Idaman Versi Stakeholder

“Nantinya akan ada new normal dan kehidupan baru, dan yang harus kita punya itu kemampuan untuk mendeteksi perubahan tersebut. Nah, yang bisa mendeteksi itu hanyalah brand lokal karena mereka itu orang asli dari daerah tersebut,” ungkapnya.

“Misalnya saja orang Yogyakarta atau Makassar, mereka akan lebih cepat tahu market selanjutnya itu apa karena mereka berasal dari daerah tersebut. Ini yang membuat brand lokal akan lebih cepat maju jika dibandingkan dengan brand besar atau brand dari luar negeri,” tambah Arto.

Hal ini juga sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan sebelum pandemi COVID-19 menyerang Indonesia. Ia mengatakan bahwa selama ini brand-brand kuliner dengan nama besar merasa khawatir dengan keberadaan brand lokal karena mereka dapat dengan mudah melihat pasar di sekitarnya.

“Ada salah satu coffee shop terbesar di Indonesia menganggap bahwa coffee shop di sekitarnya yang sudah pasti brand lokal sebagai kompetitor terberatnya. Bayangkan, saat ini kita sudah memiliki 4.000 coffee shop yang mengusung brand lokal di dalamnya. Kalau mereka semua dijadikan satu dan melawan brand besar itu, sudah pasti akan keteteran juga, kan?,” ucapnya.

BACA JUGA:  FARao PRO, Platform Streaming Musik untuk Hotel dan Restoran

Oleh karenanya, ia meminta seluruh pelaku UMKM untuk tetap semangat dan optimistis bahwa brand lokal itu dapat maju dan berkembang pasca-pandemi. Ia juga mengajak seluruh pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri mulai dari sekarang untuk menghadapi kehidupan baru di bisnis ini. Salah satu yang dapat dilakukan ialah dengan membangun brand yang sudah ada dan mengatur strategi marketing yang baik.

“Ambil momentum pandemi ini untuk kita berlari kencang karena saat ini kita memiliki garis start yang sama dengan brand besar. Mari kita mulai semuanya dari garis nol, dan saat ini menjadi waktu yang paling tepat untuk kita memulainya,” dia menambahkan.

Aloft by Marriott Jakarta Kebon Jeruk Hadirkan Fasilitas MICE Baru dengan Teknologi Modern

Jakarta, Venuemagz.com — Aloft by Marriott Jakarta Kebon Jeruk sukses menggelar acara MICE Showcase...

Dari Bahan Lokal hingga Panggung Kompetisi, KRISTA InterFOOD 2026 Angkat Inovasi Kuliner

Jakarta, Venuemagz.com - Inovasi kuliner tidak selalu bermula dari dapur restoran besar. Ia bisa...

KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peta Bisnis Kuliner, Bakal Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

Jakarta, Venuemagz.com - Di balik makanan yang tersaji di meja, ada industri panjang yang...

Ekowisata Baru di Bogor, Eiger Nature Siapkan Ribuan Lapangan Kerja dan Berdayakan UMKM

Bogor, Venuemagz.com – EIGER Nature resmi diperkenalkan sebagai destinasi ekowisata di Megamendung, Kabupaten Bogor,...

Aloft by Marriott Jakarta Kebon Jeruk Hadirkan Fasilitas MICE Baru dengan Teknologi Modern

Jakarta, Venuemagz.com — Aloft by Marriott Jakarta Kebon Jeruk sukses menggelar acara MICE Showcase...

Dari Bahan Lokal hingga Panggung Kompetisi, KRISTA InterFOOD 2026 Angkat Inovasi Kuliner

Jakarta, Venuemagz.com - Inovasi kuliner tidak selalu bermula dari dapur restoran besar. Ia bisa...

KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peta Bisnis Kuliner, Bakal Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

Jakarta, Venuemagz.com - Di balik makanan yang tersaji di meja, ada industri panjang yang...