Cara Mencegah Virus Corona di Ruang Publik

Monday, 18 May 20 Bonita Ningsih

Penyebaran COVID-19 saat ini menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang. Apalagi, saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan cara penularan COVID-19 melalui tiga aspek, yakni droplet, kontak langsung, dan melalui udara.

Daeng M. Faqih, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjelaskan, penyebaran melalui udara menjadi cara terbaru untuk menyebarkan virus COVID-19. Menurutnya, virus tersebut dapat bertahan di udara dan melayang-layang hingga waktu yang cukup lama sehingga dapat dengan mudah menularkan ke orang lain.

“Jadi, ini yang dimaksud dengan airborne, masa yang melayang di udara. Saat virus itu melayang-layang dan kemudian terhirup oleh kita, otomatis kita akan terkena dampak virus tersebut. Virus ini katanya dapat bertahan 3 hingga 8 jam, tetapi belum ada kepastiannya juga,” ujar Daeng.

Melihat situasi tersebut, Daeng meminta agar seluruh masyarakat dapat waspada terhadap tiga penyebaran tersebut. Dalam hal ini, Daeng meminta secara khusus bagi para pelaku industri untuk membantu menghindari penyebaran virus COVID-19 dengan berbagai protokol kesehatan dan keselamatan yang sudah ditetapkan.

Daeng mengkhususkan para pelaku usaha yang berhubungan langsung dengan ruang publik berskala besar, beberapa di antaranya ialah pelaku hotel, pengelola gedung perkantoran, properti, lembaga pendidikan, pengelola transportasi, dan lainnya.

Oleh karenanya, Daeng mencoba memberikan saran kepada pelaku usaha tentang cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penyebaran virus COVID-19. Langkah-langkah ini yang kemudian disampaikan Daeng melalui kegiatan Datascrip Solution Days E-Confrence 2020 dengan tema “Penerapan Standar Sehat Ruang Publik di Era Baru”.

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah dengan memastikan udara di ruangan publik tersebut bebas dari virus. Lalu, melakukan pengecekan secara berkala untuk mendapatkan kualitas udara yang baik bagi kesehatan semua orang.

Airborne itu berkaitan erat dengan kualitas udara, jadi harus dipastikan tempat aktivitas di ruang publik itu harus memiliki udara yang baik,” Daeng menambahkan.

Kemudian, ia juga mengimbau agar seluruh barang yang berada di ruang publik harus terbebas dari COVID-19, salah satu caranya ialah dengan membersihkan barang tersebut secara berkala dengan protokol yang sudah ditetapkan.

“Barang-barang tersebut juga harus menjadi perhatian karena bisa saja ada virus yang menempel di sana. Misalnya saja pernah ada orang yang bersin atau batuk di ruangan tersebut dan percikannya menempel di salah satu barangnya, sudah pasti barang tersebut akan terkontaminasi,” jelasnya lagi.

Langkah terakhir ialah menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada semua orang yang berada di dalam ruang publik tersebut. Melakukan sanitasi, pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, hingga rajin cuci tangan menjadi standar protokol kesehatan yang harus diterapkan.

“Orang yang sehat pun wajib menggunakan masker kalau ke tempat umum karena saat ini ada juga kasus positif yang tanpa gejala. Jadi, hal ini dilakukan untuk menghindari penularan dan tertularnya virus COVID-19,” ucapnya lagi.

Nantinya, ketiga cara tersebut wajib diterapkan di setiap ruang lingkup publik agar penyebaran virus COVID-19 dapat terhindari. Pasalnya, menurut Daeng, kasus ini akan memakan waktu yang cukup lama karena hingga saat ini belum ada vaksin yang ditemukan untuk melawan virus COVID-19. Jika vaksin tersebut lama ditemukan, maka akan berdampak panjang juga untuk kesehatan, sosial, ekonomi, investasi, dan sektor lainnya.

“Ini yang membuat pemerintah mengeluarkan pernyataan berdamai dengan COVID-19 hingga mengeluarkan kebijakan terkait new normal. Makanya, kita butuh support dari banyak industri karena untuk menuju new normal yang paling penting itu ialah pencegahan,” ungkapnya.