UKM Pariwisata Go Digital

Tuesday, 07 May 19 Bayu Hari

Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores mendorong para pelaku UMKM di bidang pariwisata di Labuan Bajo, bisa naik kelas dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Direktur Utama BOP Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, saat Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata di Exotic Komodo Hotel di Labuan Bajo, Sabtu lalu (4/5/19) menjelaskan, pihaknya sangat mendorong pelaku UMKM di Labuan Bajo dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital, khususnya untuk memasarkan produk-produknya.

“BOP Labuan Bajo Flores hadir untuk memperkuat konten kearifan lokal sebagai aset budaya daerah. Salah satunya memperkuat UKM, agar pariwisata Labuan Bajo tidak hanya dikenal secara lokal. Tapi bisa go international, karena Labuan Bajo adalah destinasi dunia,” katanya.

Kegiatan itu diikuti 60 UKM, seperti Coffee Mane, Pork and Chicken Satay, Komodo Snacks, Mikisu Catering, Indo Latifa Oleh-oleh Khas Komodo, UKM pengolahan perikanan, UKM tenun, dan aksesoris kedaerahan. Hadir juga peserta asal kota lain seperti Ruteng dan Maumere.

Shana mengatakan, pariwisata sebagai sektor unggulan penghasil devisa negara, hingga saat ini telah melahirkan 8 juta hingga 9 juta pelaku UKM. “Konsep go digital yang menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar, juga semakin mengokohkan industri pariwisata yang berkelanjutan. Serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bidang Industri dan Kelembagaan BOP Labuan Bajo Flores, Jarot Trisunu berharap, workshop ini dapat memperkuat UKM  untuk memasarkan, dan branding produk-produk yang dihasilkan melalui pasar digital.

“Kontribusi UKM bagi perekonomian nasional sangat besar. Bahkan keberadaan UKM menjadi lokomotif perekonomian kita. Di saat kegiatan ekonomi dengan skala besar mengalami perlambatan, UKM masih tetap kokoh dan terus tumbuh,” katanya.