Anang Sukandar, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), menjelaskan, konferensi ini merupakan bentuk kontribusi IFRA untuk membangkitkan kembali bisnis waralaba pasca-pandemi. Pasalnya, selama pandemi, bisnis waralaba dan lisensi mengalami penurunan yang diakibatkan dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Melalui pengelolaan key factors usaha yang benar di tengah situasi saat ini, pelaku usaha perlu melakukan new product development ataupun new business development untuk beradaptasi terhadap situasi. Informasi tersebut bisa mereka dapatkan di konferensi daring ini,” jelas Anang.
Kegiatan ini akan menghadirkan para pembicara dari konsultan, ahli bisnis, hingga pemerintahan untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan industri lisensi dan waralaba. Para pembicara juga akan memberikan strategi inovasi bisnis di tengah situasi saat ini.
Tidak hanya membahas terkait bisnis waralaba dan lisensi dari sisi pelaku usaha, tetapi juga dari sisi pemerintah. Hal ini bertujuan agar adanya sinergi dan penyelarasan kebijakan dari pemerintah dan pelaku usaha untuk peningkatan ekonomi Indonesia.
“Kita memang berencana mengundang pemerintah sebagai pembicara di sini. Tujuannya agar pemerintah dapat memaparkan mengenai regulasi terkait lisensi dan waralaba kepada para pelaku usaha,” ujar Susanty Widjaja CFE, Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI).
IFRA 2020 terselenggara atas kerja sama antara Asosiasi Franchise Indonesia, Asosiasi Lisensi Indonesia, dan Dyandra Promosindo.






