Menurutnya, tujuan menargetkan kaum milenial hadir di dalam pameran ialah ingin mengajarkan cara berinvestasi dengan baik, yakni melalui properti. Dengan adanya investasi sejak dini, diharapkan kaum milenial memiliki banyak keuntungan dan simpanan di masa mendatang.
“Kalau investasi emas itu ‘kan harganya bisa naik dan turun, tetapi kalau properti ini harga tidak akan turun. Kita hadirkan mereka ke pameran ini agar milenial peka terhadap ini dan mau mengubah kebiasaannya yang konsumtif untuk berinvestasi,” jelasnya lagi.
Meskipun sudah menargetkan akan banyak jenis audien yang hadir di pameran, pihak penyelenggara belum memiliki target khusus untuk jumlah pengunjung dan jumlah transaksi. Menurutnya, yang saat ini pihaknya lakukan ialah memberikan banyak promo, baik secara offline maupun daring, agar menarik perhatian banyak pengunjung.
“Ini memang agak berbeda dari pameran-pameran kita biasanya, jadi, kita tidak menetapkan target khusus untuk pengunjung dan transaksi,” dia menambahkan.
Namun, jika ditanya angka pastinya, Michael Bayu selaku Board of Director Dyandra Promosindo hanya dapat memberikan target dari segi pengunjung saja. Ia mengatakan, target pengunjung secara daring diharapkan dapat mencapai 20.000 hingga 30.000 orang.
“Kalau secara offline belum bisa kita sebutkan targetnya, tetapi yang pasti kita akan menggelar pameran ini dengan mengedepankan protokol kesehatan. Menjaga jarak, wajib pakai masker, mengukur suhu tubuh, hingga menyediakan hand sanitizer akan kita lakukan saat pameran offline,” jelas Bayu.






