Haryadi menambahkan, jika krisis ini sudah mencapai puncaknya dan masyarakat mampu bertahan, akan terjadi resetting ulang pada seluruh tatanan kehidupan masyarakat dunia, termasuk ekonominya.
“Di situlah menurut pandangan kami akan terjadi sesuatu yang menjadi lebih baik karena adanya resetting. Masalah yang berhubungan dengan pengelolaan ekonomi dan ukuran-ukuran yang ada akan semakin jelas,” ucapnya.
Menurut Haryadi, untuk menyusun langkah-langkah atau formula menghadapi situasi seperti sekarang ini akan sulit karena pasarnya sedang mengalami gangguan yang luar biasa.
Piter Abdullah, Direktur Riset Core Indonesia, berpendapat agar kita bisa memanfaatkan momentum ini untuk merestrukturisasi dan melakukan resetting ulang bisnis. Setelah melalui fase yang sangat kritis, tentunya akan masuk ke periode baru. Masa transisi sebaiknya tidak terlalu lama, yang penting adalah pemerintah tidak boleh diam dan harus mengambil peran untuk membuat suatu perencanaan.
Menurut Piter, sebaiknya pemerintah mengambil posisi sebagai leader pada proses perubahan itu sehingga perubahan tersebut bisa melibatkan semua, terutama yang berada di dalam ekosistem. Sebagai pemimpin harus bisa mengatur waktu, bekerja harus by design, serta menentukan kapan, bagaimana, dan siapa yang terlibat di dalam proses perubahan-perubahan yang akan dilakukan. Hal tersebut harus dilakukan agar kegiatan bisnisnya kembali berjalan, industrinya bergerak, dan berujung pada bergulirnya industri MICE.
“MICE itu intinya bisnis event, intinya adalah struktur industri. Kita tidak mungkin melakukan bisnis MICE atau bisnis event kalau industrinya tidak berkembang. Momentum ini bisa digunakan untuk membangun ulang, membangun semuanya,” jelasnya.





