“Tidak ada corona pun memang tidak ada jadwal masuk di kuartal pertama ini. Harga jual pun masih stagnan di sini, bahkan dengan situasi seperti ini sepertinya akan ada transaksi di luar ini yang menawarkan harga lebih fleksibel dan diskon-diskon menarik,” jelasnya lagi.
Penjualan yang semakin menurun membuat tingkat serapan apartemen di tahun 2020 ini diprediksi akan menurun 1,5 persen hingga 5 persen. Hal ini disebabkan dengan adanya kinerja proyek apartemen yang under construction sehingga membuat tingkat hunian menurun.
“Saat ini banyak apartemen yang belum selesai, tetapi sudah ditawarkan. Jadinya, tingkat hunian di apartemen yang sudah jadi akan menurun. Seperti terlihat di kuartal satu ini, tingkat hunian apartemen sudah mulai turun dari 67,9 persen menjadi 61,4 persen,” ungkapnya lagi.
Kemudian, untuk sektor perkantoran dan kawasan industri, Ferry melihat masih baik-baik saja di tengah pandemi ini. Misalnya saja sektor perkantoran, menurut data yang ia terima, di kuartal pertama 2020 masih ada kenaikan tingkat hunian. Hal ini terjadi lantaran aktivitas menyewa kantor sudah dimulai sejak beberapa bulan sebelum pandemi ini muncul.
“Perkantoran ini termasuk yang tidak memiliki dampak secara langsung dengan adanya COVID-19. Sampai Maret pun masih tercatat ada penyewaan perkantoran. Tetapi, sejak virus ini muncul, sedikit ada pelambatan aktivitas sewa-menyewa di area perkantoran,” ujarnya.
Padahal, Ferry menyebutkan, di tahun 2020 ini akan ada beberapa proyek yang akan selesai pembangunannya. Oleh karenanya, ia berharap wabah ini akan segera berakhir sehingga bisnis penyewaan perkantoran tetap dapat berjalan dengan baik.





