“Prediksi awal kami, tahun 2021 itu awal kebangkitan perkantoran karena banyak gedung yang sudah jadi di tahun 2020. Tetapi, kalau wabah ini masih berkelanjutan, tentunya akan menghambat semuanya. Ini menjadi tantangan baru di sektor perkantoran, jadi butuh waktu buat naik lagi,” kata Ferry.
Lebih lanjut Ferry mengungkapkan, sektor kawasan industri menjadi yang sedikit terkena dampak dengan adanya COVID-19. Para pengelola kawasan industri akan mendorong setiap transaksi secepat mungkin untuk menghindari situasi yang lebih tidak memungkinkan ke depannya.
“Masih ada tenant kawasan industri yang aktif beroperasi dalam tiga bulan ini karena stok bahan industrinya masih cukup. Tapi, ada juga yang sudah mengurangi kapasitas produksinya,” ungkapnya lagi.
Bahkan, saat ini masih banyak investor yang secara aktif mencari lahan untuk kegiatannya di kawasan industri. Para investor memanfaatkan situasi ini untuk mencari harga lahan yang murah sehingga dapat menguntungkan bisnisnya.





