Cakap Digital Agar Tak Terjerat Utang

Thursday, 03 June 21 Bayu Hari
literasi digital

Tak hanya memberikan informasi dengan cepat, media digital dalam perkembangannya memberikan banyak manfaat seperti mempermudah interaksi antar masyarakat (berkomunikasi), dan menjalankan usaha. Namun, informasi yang tersebar dan diterima masyarakat tanpa dipilih terlebih dahulu juga menimbulkan dampak negatif.

Fenomena di media sosial selama masa pandemi Covid-19 misalnya. Banyak terjadi kasus terkait pencemaran nama baik, penghinaan, bullying, dan penyebaran berita hoaks. Fenomena-fenomena tersebut menunjukkan bahwa pengguna internet belum paham benar bagaimana cara menggunakam internet yang baik dan benar.

Pada masa pandemi covid-19, setiap individu perlu menguasai bahwa literasi digital merupakan kecakapan penting yang dibutuhkan untuk beradaptasi di zaman yang serba modern ini serta untuk mengantisipasi penyebaran informasi negatif di masa pandemi ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis dan pembelajaran ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA:   Literasi Digital Tak Sekadar Menguasai Teknologi

“Pada masa pandemi, banyak masyarakat terkena PHK atau kehilangan penghasilan. Untuk itu banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online. Seharusnya masyarakat harus berhati-hati. Karena ada pinjaman online resmi dan tidak,” ungkap Drs. Agung Santoso, Direktur Pt Jaya Mandiri Plus Group Jawa Timur,”dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, (2/6/2021).

BACA JUGA:   Inspirasi Bisnis Menjanjikan di Masa Depan

Menurut Agung, hal paling berbahaya ketika tidak memperhitungkan secara cermat cashflow dengan bunga yang cukup tinggi. Masyarakat dapat terjerat hutang. Seharusnya masyarakat mengecek terlebih dahulu apakah pinjaman online tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keungan (OJK), cek bunga, dan jatuh temponya jelas.

“Hal itu perlu diwaspadai dan juga lebih memberikan edukasi kepada masyarakat awam secara hukum ataupun finansial,” kata Wahyudi, Direktur LBH dan Dosen INSURI Ponorogo & Dosen IAIN Ponorogo.

BACA JUGA:   Langkah Memproteksi Identitas Digital

Pada acara tersebut, Dr. Luqman, Guru, Dosen Sastra Inggris Unisma Malang, memberikan tips memilih e-wallet yang aman. Semisal membuat password yang aman, rahasiakan kode OTP, awasi jumlah saldo, selalu rek riwayat transaksi, pakai antivirus, batasi saldo, jangan menghubungi orang tak dikenal, lakukan tindakan pencegahan sesuai anjuran aplasikasi dan tentunya pilih aplikasi terpercaya.