Pertumbuhan Pengguna Internet Harus Dibarengi Literasi Digital

Thursday, 10 June 21 Venue
ilustrasi belanja online digital virtual

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengguna internet di Indonesia meningkat 22% selama periode 2015-2019. Peningkatan terbesar berasal dari daerah perkotaan, yaitu sebanyak 55%, sedangkan penambahan pengguna internet dari pedesaan berjumlah 31%.

Pandemi COVID-19 juga membuat jumlah pengguna internet semakin bertambah, terutama untuk kegiatan belanja online. Hasil penelitian dari Google, Temasek, serta Bain & Company (2020) menunjukkan bahwa konsumen baru yang berbelanja melalui e-commerce meningkat 37% selama pandemi. Peningkatan aktivitas secara daring selama masa pandemi ini semakin memperkuat urgensi peningkatan digital literasi bagi masyarakat.

Yulius Cristian S.I.P, M.M., Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo, mengatakan, literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.

BACA JUGA:   Mengubah Dunia Digital Menjadi Panggung Budaya

“Adanya literasi digital, diharapkan masyarakat pengguna internet selalu bertanggung jawab atas informasi yang mereka peroleh. Termasuk di dalamnya menjaga keamanan data dan privasi mereka di internet,” ujar Yulius.

Yulius menambahkan, teknologi digital tidak hanya digunakan untuk memperoleh informasi atau sebagai media komunikasi jarak jauh, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi digital.

“Dengan perkembangan dunia digital juga mengubah aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk (barang dan jasa) dengan memanfaatkan jaringan internet. Meskipun konsumen dan penjual tidak bertemu langsung, transaksi tetap berjalan lancar,” ujar Yulius.

BACA JUGA:   Tiga Cara Menaikkan Penjualan Melalui Media Sosial

Peningkatan transaksi belanja online saat pandemi membuat bisnis melalui e-commerce semakin menjanjikan. Pertumbuhan pesat bisnis e-commerce ini disebabkan kebiasaan para konsumen yang mulai bergantung pada situs-situs e-commerce dalam berbelanja.

Dengan bertumbuhnya e-commerce saat pandemi juga membuat transaksi pembayaran non-tunai meningkat. Wawan Budi Rachmanto, Kepala Bank Jatim Cabang Krasan menerangkan, dompet digital digunakan untuk membayar transaksi secara online maupun offline.

“Meningkatnya penggunaan dompet digital lebih dikarenakan nyaman tidak perlu bawa uang banyak, tidak perlu ambil uang cash, tidak perlu sedia uang pas untuk membayar, tidak khawatir dengan kembalian, tidak perlu membawa kartu debit/ kredit, promo menyebabkan banyak pengguna yang memilih dompet digital, aman adanya catatan transaksi, PIN, jika HP hilang akun tinggal diblokir, sehingga saldo yang tersimpan dalam wallet menjadi aman,” ujar Wawan.