Kiat Membangun Personal Branding

Friday, 23 July 21 Venue
Sheraton Grand Jakarta Gandaria City

Seorang selebgram bisa menjadi sukses umumnya karena personal branding yang besar. Sebuah merk produk bisa terkenal bila memiliki personal branding yang baik. Seorang individu bisa menjadi sukses saat bisa membangun personal branding yang tepat. Hal itu disampaikan Rinda Astuti, Digital Strategist dan CEO PT. Saundra Bintang Agrindo, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis, (22/7/2021).

Untuk bisa sukses di era digital, kata dia, perlu memiliki personal branding yang baik. Personal branding merupakan istilah yang bisa diartikan sebagai cara membangun dan mempromosikan sesuatu yang sedang diperjuangkan.

Seseorang yang memiliki personal branding yang kuat, kata Rinda, bisa memberi pengaruh yang besar pada orang lain. Yang terlintas di benak soal personal branding adalah banyaknya jumlah followers di media sosial atau banyak jumlah likes dari postingan yang dibuat.

Rinda mengatakan, untuk membangun personal branding, memang tak bisa terjadi hanya dalam waktu semalam atau semudah membalikkan telapak tangan, tapi bisa dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan personal branding yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Berikut kiatnya:

  • Temukan keahlian yang bisa menghidupimu.
BACA JUGA:   Perkembangan Teknologi Ciptakan Jenis Pekerjaan Baru

Fokus pada keahlian yang benar-benar dikuasai. Kembangkan terus keahlian tersebut dan pastikan ada orang atau pihak yang bakal membutuhkan keahlianmu dan membayarmu untuk itu. Berkomitmen pada hal tersebut dan buatlah konten atau karya secara konsisten.

  • Pilihlah platform atau media yang tepat.

Kesalahan terbesar yang dilakukan banyak orang adalah langsung membuat website untuk dirinya sendiri. Padahal yang lebih penting adalah menciptakan sesuatu yang memiliki nilai dan bermanfaat bagi orang lain.

Temukan platform atau media yang tepat sesuai dengan minat dan keahlian. Misal, bila ingin menjadi seorang beauty influencer, cobalah untuk secara rutin dan berkala membuat tutorial makeup untuk diunggah di akun Instagram. Harus bisa konsisten selama beberapa waktu dan ini butuh kesabaran yang tinggi juga.

  • Berkolaborasi.

Buat konten bersama dengan teman, sahabat, atau mentor. Berkolaborasilah dengan orang-orang yang punya kesamaan minat dan keahlian. Selain bisa membangun koneksi, biasanya juga akan ada banyak pintu baru yang terbuka untuk mewujudkan kesuksesan yang diimpikan.

  • Buat situs sendiri.
BACA JUGA:   Menerapkan Konsep Internet Sehat

Sudah punya cukup banyak follower dan sudah memiliki cukup konten, kini saatnya bisa mulai membuat situs sendiri. Jadi ketika orang-orang mengunjungi situsmu, mereka bakal langsung menangkap personal branding milikmu. Pastikan situsmu memiliki nilai dan manfaat untuk banyak orang, bukan sekadar iklan atau promo produk atau jasa yang dimiliki. Buat konten-konten yang positif dan bermanfaat yang memudahkanmu mendapat niche yang ditargetkan.

  • Luncurkan produk atau jasamu.

Salah satu tujuan membangun personal branding adalah agar bisa jadi bos untuk diri sendiri. Begitu persiapan sudah cukup matang, kita bisa lebih percaya diri meluncurkan produk atau jasamu. Semua proyek dan konten yang sudah dibuat bisa dijadikan portofolio. Sehingga kita bisa lebih mudah mencari klien atau orang yang membutuhkan jasa kita.

Rinda menambahkan, “tidak kalah penting adalah mulai sekarang juga. Coba dulu. Buat sesuatu untuk pertama kalinya. Kalau hanya diam saja, sampai kapan pun kita tak akan bisa memiliki personal branding yang kita inginkan. Ada baiknya bila kita juga memiliki mentor agar strategi kita bisa lebih terarah dan tepat sasaran.”

BACA JUGA:   Bijak Menggunakan Internet, Temui Manfaatnya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).