Mengubah Media Sosial Menjadi Panggung Positif

Sunday, 06 June 21 Venue

Media sosial menjadi platform untuk mengungkapkan kemerdekaan berpendapat yang dijamin Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, tak jarang kemerdekaan ini terlalu bebas sehingga muncul berbagai konten negatif, seperti hoaks, ujaran kebencian, hingga fitnah.

Imbasnya semua orang dapat memproduksi kontennya sendiri dan langsung memperoleh respons secara interaktif. Era ini disebut sebagai user generated content (UGC) yang bisa diartikan sebagai konten yang dibuat oleh pengguna.

“Akibat lebih lanjut dari itu, terjadi persaingan antar konten untuk memperoleh perhatian. Terjadi adu kreatif, dari yang positif, negatif, tak etis, hingga melanggar hukum dengan memanfaatkan media ini,” kata Mario Antonius Birowo, Ph.D., dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya Yogyakarta, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kota Blitar, Jawa Timur, 4 Juni 2021.

BACA JUGA:   Langkah Tepat Menghadapi Kejahatan di Dunia Digital

Menurut Mario, konsekuensi tersebut sering tidak disadari oleh masyarakat. Sedangkan bagi mereka yang menyadari konsekuensinya, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dirinya, termasuk dengan melanggar hukum.

Mario menambahkan, masyarakat harus bersikap aktif di dunia digital dalam mengatasi membanjirnya konten negatif. Untuk itu, pentingnya etis dalam bermedia digital.

Acara Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Timur, Kota Blitar, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini merupakan bagian dari program Indonesia #makincakapdigital. Webinar ini juga menghadirkan pembicara lain, seperti Taufik Aulia dengan tema pembahasan seputar digital culture, Khemal Andrias dengan tema pembahasan seputar privasi digital, Moch. Latief dengan tema seputar asyik berselancar tanpa lupa etika digital, dan Laviane Jacklien H. Lotulung dengan tema seputar membumikan Pancasila melalui media digital.

BACA JUGA:   Bijak Berinternet Agar Tidak Kecanduan

Ada empat pilar digital yang diusung dalam rangkaian ratusan webinar ini, yaitu digital skill, digital safety, digital ethics, dan digital culture.