BerandaNewsIndonesia Experiential Learning Conference 2026 Hadirkan Delapan Pembicara dengan Arah yang Sama

Indonesia Experiential Learning Conference 2026 Hadirkan Delapan Pembicara dengan Arah yang Sama

Published on

spot_img

Kemendikdasmen: Dari Study Tour Menuju Wisata Bermakna

Dari dunia pendidikan, Dra. Ninik Purwaning Setyorini, M.A. dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama, mewakili Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, memaparkan pergeseran paradigma dari Study Tour menuju “Wisata Bermakna”. Bukan lagi sekadar perjalanan sebagai tujuan, rekreasi, dan pulang membawa kenangan, melainkan pembelajaran sebagai tujuan, belajar melalui pengalaman autentik, mengamati fenomena, bertanya dan menyelidiki, hingga pulang membawa pemahaman, karya, dan aksi nyata.

BACA JUGA:  Experiential Tourism untuk Perjalanan Insentif

Wisata bermakna, jelasnya, dirancang secara utuh melalui tiga tahap: pra-wisata untuk membangun kesiapan belajar, pelaksanaan wisata untuk mengalami dan mengeksplorasi, dan pasca-wisata untuk memaknai serta menghasilkan karya.

“Destinasi menjadi media belajar yang membantu murid memahami dunia melalui pengalaman nyata,” ujarnya.

IFG: Program Berbasis Destinasi yang Hasilnya Bisa Dipertanggungjawabkan Secara Data

Mora Nasution, Kepala Divisi Pembelajaran dan Budaya Perusahaan Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan bahwa korporasi modern membutuhkan lebih dari pelatihan konvensional untuk membangun kapasitas SDM-nya. Mereka membutuhkan program Experiential Learning berbasis destinasi yang menempatkan karyawan langsung di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  AELI Mengembangkan Experiential Tourism di Desa Wisata

Melalui program Kindness to Progress, IFG mengirim karyawannya ke Desa Ngabab untuk merancang dan mengeksekusi proyek sosial nyata: dari edukasi parenting dan gizi untuk mencegah stunting, pemberdayaan petani yang kelebihan panen, hingga pengembangan kerajinan batik lokal. Program ini menjangkau satu pedukuhan, tiga RW, dan empat komunitas, dengan lebih dari 9.000 penerima manfaat tidak langsung dan lebih dari 80 penerima manfaat langsung.

BACA JUGA:  GWK Cultural Park Hadirkan Atraksi Baru Tari Baraong

Yang membuat program ini berbeda adalah hasilnya yang terukur. Skor karakter AKHLAK peserta, mencakup Amanah, Harmonis, Adaptif, dan Kolaboratif, meningkat signifikan setelah program, baik dari penilaian diri sendiri maupun penilaian rekan kerja. Perilaku prososial peserta pun meningkat di seluruh indikator yang diukur.

“Program berbasis destinasi seperti ini bukan sekadar kegiatan sosial seremonial, tapi strategi pengembangan SDM yang hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara data,” tegas Mora.

Melihat Tren Perjalanan Insentif di Indonesia Outing & Incentive Travel Expo 2026

Tangerang, Venuemagz.com – Bagi sebagian karyawan, mendengar kata outing mungkin langsung terbayang perjalanan bersama...

Cetak Lebih Besar Hemat Ruang, Epson Luncurkan SureColor V4000

Jakarta, Venuemagz.com – Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran...

Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Timeless Festivities di Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph Collection 

Bali, Venuemagz.com - Menjelang liburan akhir tahun, Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph...

Cara Unik Mengemas Incentive Trip di Destinasi Domestik

Desa wisata punya peluang sebagai destinasi tujuan incentive trip. Yang terpenting programnya unik, dan...

AELI Mengembangkan Experiential Tourism di Desa Wisata

Berbeda dengan aktivitas wisata pada umumnya, experiential tourism menawarkan konsep berwisata berbasis kearifan lokal...