BPIP: Indonesia Bukan Sekadar Destinasi Indah, Melainkan Pengalaman Peradaban
Dr. Rima Agristina, S.H., S.E., M.M., Wakil Kepala BPIP RI, membawa perspektif yang lebih dalam, bahwa perubahan paradigma pariwisata Indonesia bukan sekadar urusan ekonomi, tapi urusan peradaban. Pariwisata, katanya, harus bergeser dari sekadar “apa yang dilihat” menuju “apa yang dialami”, dari kunjungan menjadi perjumpaan, dari pemandangan menjadi makna.
Melalui lensa Pancasila, beliau menunjukkan bahwa setiap sila memberi arah konkret bagi pengembangan pariwisata: menghormati ruang sakral dan spiritualitas lokal (Sila 1), memuliakan masyarakat lokal sebagai subjek utama bukan objek (Sila 2), merajut Nusantara melalui cerita lintas daerah (Sila 3), musyawarah dan partisipasi dalam pembangunan destinasi (Sila 4), serta memastikan manfaat ekonomi benar-benar sampai ke rakyat, UMKM, dan generasi muda (Sila 5).
“Pariwisata berbasis pengalaman yang berjiwa Pancasila adalah pariwisata yang memuliakan manusia, menjaga budaya, merawat alam, dan menyejahterakan rakyat,” tegasnya. “Indonesia bukan sekadar destinasi indah, Indonesia adalah pengalaman peradaban.”






