BerandaNewsKemenparekraf Lakukan Evaluasi Terkait Kemunculan Varian Baru Covid-19 Omicron

Kemenparekraf Lakukan Evaluasi Terkait Kemunculan Varian Baru Covid-19 Omicron

Published on

spot_img

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan ada varian baru Covid-19 bernama Omicron di Afrika Selatan dan telah meluas penyebarannya ke beberapa negara. Dalam hal ini, WHO juga telah menetapkan varian baru Covid-19 Omicron ini sebagai variant of concern (VOC) atau varian yang mengkhawatirkan.

“Kami prihatin dengan adanya varian baru ini. Meskipun saat ini belum terkonfirmasi masuk ke Indonesia, namun, kita semua harus menyikapinya secara hati-hati,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat Weekly Press Briefing di Kantornya pada 29 November 2021.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Gelar <em>Famtrip </em>Untuk Promosi Desa Wisata

Hal tersebut dilakukan lantaran varian Omicron berpotensi memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat dibandingkan varian Delta. Bahkan, selain Afrika Selatan, varian baru ini sudah mulai terdeteksi masuk ke negara lainnya seperti Hongkong dan Belgia.

“Kita bisa lihat sendiri pada Juli hingga Agustus saat varian Delta menyerang Indonesia, kasus harian Covid-19 bisa mencapai 50ribu per hari. Sedangkan, tikat penyebaran varian Omicron ini diprediksi dapat lebih cepat dari Delta,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 Omicron ke Indonesia. Langkah mitigasi ini akan diumumkan setelah melakukan rapat terbatas bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan juga Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

BACA JUGA:  Kawasan The Mandalika Masuk Fase Pengembangan Baru

“Langkah mitigasi ini akan diumumkan bersamaan dengan evaluasi PPKM yang kami lakukan setiap minggunya bersama Pak Menko Marves dan Menkes. Namun, yang menjadi concern pemerintah saat ini adalah memastikan pengendalian Covid-19 tetap rendah dan membuat kebijakan untuk mengatasi lonjakan kasus,” jelasnya lagi.

Sandiaga juga mengatakan, pemerintah akan melakukan pembaharuan daftar negara yang boleh melakukan penerbangan langsung ke Indonesia, khususnya Bali dan Kepulauan Riau (Kepri). Sebelumnya, pemerintah telah memberikan izin kepada 19 negara terpilih untuk melakukan penerbangan langsung ke Bali dan Kepri.

BACA JUGA:  Tiga Fokus Utama Pemerintah Untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron

“Dari sebelumnya, kami juga selalu melakukan evaluasi rutin selama dua minggu sekali terkait jumlah negara yang boleh melakukan kunjungan langsung ke Bali dan Kepri. Pembaharuan daftar negara untuk wisatawan mancanegara akan dilakukan secara berkala dan dikoordinasikan langsung bersama Kemenko Marves serta Kementerian Luar Negeri,” ujarnya.

Aloft by Marriott Jakarta Kebon Jeruk Hadirkan Fasilitas MICE Baru dengan Teknologi Modern

Jakarta, Venuemagz.com — Aloft by Marriott Jakarta Kebon Jeruk sukses menggelar acara MICE Showcase...

Dari Bahan Lokal hingga Panggung Kompetisi, KRISTA InterFOOD 2026 Angkat Inovasi Kuliner

Jakarta, Venuemagz.com - Inovasi kuliner tidak selalu bermula dari dapur restoran besar. Ia bisa...

KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peta Bisnis Kuliner, Bakal Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

Jakarta, Venuemagz.com - Di balik makanan yang tersaji di meja, ada industri panjang yang...

Ekowisata Baru di Bogor, Eiger Nature Siapkan Ribuan Lapangan Kerja dan Berdayakan UMKM

Bogor, Venuemagz.com – EIGER Nature resmi diperkenalkan sebagai destinasi ekowisata di Megamendung, Kabupaten Bogor,...

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 921 Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Lab Indonesia pada 15-17 April...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Hong Kong Hapus Aturan Karantina Hotel

Pada 26 September 2022 lalu, Hong Kong telah menerapkan pengaturan baru bagi para pendatang...