Kunjungan Wisman ke Indonesia Meningkat Sepanjang 2025, Malaysia Menjadi Penyumbang Terbesar

Monday, 19 January 26 Bonita Ningsih
Wisman di Candi Prambanan_IMG_8722

Jakarta, Venuemagz.com – Pariwisata Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat serta berkelanjutan sepanjang tahun 2025. Hal ini tercermin dari peningkatan yang signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta perjalanan wisatawan nusantara di tahun 2025. 

Berdasarkan laporan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sudah mencapai 13,98 juta kunjungan selama periode Januari hingga November 2025. Angka ini meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,66 juta kunjungan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kunjungan wisman ke Indonesia masih didominasi oleh lima negara penyumbang terbesar yaitu Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara ini secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen total kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025.

BACA JUGA:   Era Kolaborasi, Bukan Kompetisi

“Komposisi ini menunjukkan kuatnya pasar regional sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan konektivitas, promosi yang tepat sasaran, serta peningkatan kualitas layanan guna memperluas pasar ke kawasan lainnya,” kata Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kemenpar yang dirilis pada Januari 2026. 

Sementara itu, dari sisi pintu masuk udara, kunjungan wisman masih terkonsentrasi pada lima bandara utama besar di Indonesia. Kelimanya adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno–Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

“Kelima pintu masuk ini merupakan simpul strategis konektivitas pariwisata internasional Indonesia dan akan terus diperkuat, baik dari sisi layanan, pengalaman kedatangan, maupun integrasi dengan destinasi,” ujarnya lagi.

BACA JUGA:   tiket.com Dukung Mudik Tenang Wisata Menyenangkan dari Kementerian Pariwisata

Secara kumulatif, selisih antara jumlah kunjungan wisman dan perjalanan wisatawan nasional meningkat 4,52 juta pada Januari hingga November 2024 menjadi 5,64 juta pada Januari – November 2025. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi penguatan neraca pariwisata dan devisa nasional sekaligus meningkatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi tujuan.

Perjalanan Wisatawan Nusantara

Untuk perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tercatat sudah mencapai 1,09 miliar perjalanan selama periode Januari hingga November 2025. Jumlah ini melampaui target perjalanan wisnus di tahun 2025 sebesar 1,08 miliar pergerakan. 

“Angka ini menegaskan peran strategis wisatawan nusantara sebagai penyangga utama pariwisata nasional, terutama dalam menjaga stabilitas sektor ini di tengah dinamika global,” ucap Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

BACA JUGA:   Pelaku Usaha Wisata Indonesia Adopsi Artificial Intelligent untuk Solusi Digital

Meski mencapai target yang telah ditentukan, Ni Luh, mengatakan masih banyak tantangan bagi  pariwisata Indonesia khususnya tentang pemerataan destinasi. Berdasarkan data yang diperoleh, lebih dari 61 persen perjalanan wisnus masih terfokus pada lima provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten. 

“Oleh sebabnya, kami ini terus mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Pulau Jawa,” tutupnya.