Okupansi Hotel dan Pesawat Diprediksi Meningkat selama Lebaran

Wednesday, 03 April 24 Khanisa Azahra
atraksi wisata di indonesia

Lebaran menjadi momen yang menggembirakan bagi industri pariwisata. Pasalnya, jutaan orang akan bepergian ke berbagai daerah di penjuru Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkirakan lonjakan hingga 193,6 juta orang melakukan mudik, meningkat 56,5% dibanding tahun sebelumnya. Potensi perputaran ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diproyeksikan mencapai Rp276,11 triliun.

Untuk itu, pemerintah bersama stakeholder terkait berupaya menyiapkan ekosistem industri pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari akomodasi, maskapai, dan atraksi. Salah satu upaya penyiapan destinasi adalah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pemangku kepentingan terkait di pusat dan daerah. Koordinasi dan pemantauan dilakukan secara intensif selama rentang waktu liburan 5-15 April 2024.

Informasi terkini destinasi wisata tersedia di platform digital SIS Partner (Sistem Informasi Pariwisata Nasional), sebuah platform yang menyajikan data real-time aktivitas di destinasi wisata. Sebagai antisipasi krisis, Kemenparekraf mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2019 tentang manajemen krisis kepariwisataan dengan menyediakan layanan call center melalui telepon dan email. Tak hanya itu, jaringan 5.280 desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia juga disiapkan untuk mengakomodir lonjakan kunjungan wisatawan.

BACA JUGA:   Kunjungan Wisman Naik Signifikan, Pergerakan Wisnus Masih Terus Didorong

Rizki Handayani, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, mengatakan, dari segi akomodasi, tingkat hunian hotel pada momen libur Lebaran tahun ini diproyeksi meningkat hingga 10 persen dengan puncaknya diperkirakan pada H+2 Lebaran. Online travel agent juga telah banyak memberikan informasi serta kemudahan atau fleksibilitas bagi masyarakat untuk pemesanan kamar.

“Tidak hanya akomodasi, pada musim libur Lebaran ini hotel-hotel juga banyak yang telah menyiapkan aktivitas di dalam hotel atau resor, juga paket diskon. Jadi hal ini sangat menggairahkan tidak hanya untuk calon wisatawan, tapi juga industri itu sendiri,” ujar Rizki. 

BACA JUGA:   eSports Tak Dilirik Pelaku Pariwisata

Terkait ketersediaan kursi pesawat, beberapa maskapai penerbangan telah menyiapkan 6,72 juta kursi dengan melibatkan 420 unit pesawat yang beroperasi selama 16 hari masa Lebaran. Jumlah itu setara dengan 420.000 kursi per hari yang terbang ke seluruh Indonesia. Bahkan, ada beberapa maskapai, yaitu Citilink, AirAsia, dan SCOOT, yang telah mengajukan rute tambahan penerbangan internasional.

Untuk mempromosikan destinasi dan aktivitas wisata, Kemenparekraf mengampanyekan tagar #TerpesonaRamadan dengan sejumlah aktivasi turunan, seperti KARIM (Kreasi Kuliner Ramadan), Lebaran (Liputan Destinasi Liburan), BERKAH (Belanja Diskon), SALAM (Semangat Liburan Meski Tak Mudik), dan PUKIS (Kuis Berhadiah). Kampanye ini dikolaborasikan dengan KAI untuk flash sale diskon 30%, Damri untuk sosialisasi kendaraan mudik, dan Jasa Marga untuk pemasangan banner promosi destinasi wisata di rest area.

Sejumlah event pariwisata turut digelar, seperti Mudik Jelajah Masjid (e-katalog masjid berpotensi di jalur mudik), Kolaborasi Pesantren Ramadan Istiqlal, Btam Wonderfood and Art, Mudik Bareng MS Glow (gratis untuk masyarakat dan pegawai Kemenparekraf), Aceh Ramadan Festival, Ramadan Night Run sepanjang 7,1 km, dan Festival Arakan Sahur khas Nusantara.

BACA JUGA:   Lebaran Menjadi Momen Meningkatkan Pergerakan Wisatawan Nusantara

Kemenparekraf juga telah mengimbau kepada para pengelola atraksi wisata untuk terus menerapkan prinsip CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

“Juga dengan memastikan penambahan sarana dan prasarana di destinasi seperti menyiapkan kantong-kantong parkir dan penambahan petugas pelayanan pengunjung,” kata Rizki.