BerandaNewsProgram Desa Wisata Diharapkan Jadi Pandemic Winner

Program Desa Wisata Diharapkan Jadi Pandemic Winner

Published on

spot_img

Program desa wisata yang menjadi unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diharapkan dapat menjadi pandemic winner pasca-COVID-19. Hal ini sejalan dengan perubahan tren wisata pasca-pandemi yang lebih mengutamakan rasa aman, nyaman, bersih, sehat, dan keberlanjutan lingkungan.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa segmentasi pariwisata pasca-pandemi akan lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size. Menurut Sandiaga, keempat konsep tersebut sangat cocok dan dapat diterapkan di desa wisata seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Perkuat Pasar Asia, Accor dan tiket.com Jalin Kemitraan Strategis Global

Personalized artinya wisatawan lebih memilih jenis wisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga saja. Lalu, customize diartikan dengan berwisata dengan minat khusus, seperti wisata berbasis alam.

Kemudian localize dapat diartikan bahwa wisatawan tidak akan memilih destinasi yang jaraknya terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Sedangkan, smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.

BACA JUGA:  IIMS 2018 Tuai Sukses Besar

“Saya yakin pasca-pandemi kunjungan ke desa wisata akan meningkat. Wisatawan akan lebih memilih destinasi ke tempat terbuka, dan salah satunya ada di desa wisata,” kata Sandiaga.

Dengan potensi tersebut, Sandiaga berharap agar pengelola desa wisata dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut wisatawan pasca-pandemi. Selain dengan meningkatkan kemampuan yang ada, pengelola desa wisata juga diminta untuk lebih memahami penerapan protokol yang ketat dan disiplin.

BACA JUGA:  Sukses di ASEAN Tourism Awards 2024, Indonesia Siap Hadirkan Pariwisata yang Unggul dan Berkelanjutan

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga berkomitmen akan memberikan pendampingan dan pengarahan kepada pengelola desa wisata saat menjalankan tugasnya. Kemenparekraf juga akan menghadirkan travel pattern untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan sehingga mereka dapat meningkatkan periode tinggal di desa wisata.

“Pendekatan big data juga diperlukan di sini dengan menggunakan media sosial sebagai alatnya. Hal ini untuk menangkap minat dari masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata,” ucap Sandiaga.

spot_img
spot_img

The Grove Suites by Grand Aston Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia melalui Inisiatif CSR yang Bermakna

Jakarta, Venuemagz.com -- The Grove Suites by Grand Aston memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia melalui...

Jogja Cultural Wellness Festival 2026, Cara Apik Yogyakarta Bidik Wisata Wellness Berbasis Budaya

Yogyakarta, Venuemagz.com — Yogyakarta akan menggelar Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 pada 6-8...

Incar Pasar Indonesia, Saudi Tourism Authority Gelar Indonesia Trade Roadshow  

Jakarta, Venuemagz.com -- Saudi Tourism Authority (STA) sukses menyelenggarakan Indonesia Trade Roadshow di Jakarta pada...

Preferred Hotels & Resorts Perkuat Kehadiran di Indonesia

Bali, Venuemagz.com -- Preferred Hotels & Resorts, jaringan hotel independen terbesar di dunia yang...

Peran Penting BCA dalam Memajukan Industri Pariwisata Indonesia

Bank Central Asia (BCA) tidak hanya berperan sebagai salah satu bank swasta terbesar di...

Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal terbaik di dunia. Untuk itu, Badan...

Desa Wisata Dapat Bantuan Rp120 Juta

Pandemi mendisrupsi banyak hal, tak terkecuali cara masyarakat berwisata. Dari yang gemar bertandang ke...