BerandaNewsProgram Desa Wisata Diharapkan Jadi Pandemic Winner

Program Desa Wisata Diharapkan Jadi Pandemic Winner

Published on

spot_img

Program desa wisata yang menjadi unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diharapkan dapat menjadi pandemic winner pasca-COVID-19. Hal ini sejalan dengan perubahan tren wisata pasca-pandemi yang lebih mengutamakan rasa aman, nyaman, bersih, sehat, dan keberlanjutan lingkungan.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa segmentasi pariwisata pasca-pandemi akan lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size. Menurut Sandiaga, keempat konsep tersebut sangat cocok dan dapat diterapkan di desa wisata seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  IVENDO Kembangkan SDM Desa Wisata dalam Hal Pelaksanaan Event

Personalized artinya wisatawan lebih memilih jenis wisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga saja. Lalu, customize diartikan dengan berwisata dengan minat khusus, seperti wisata berbasis alam.

Kemudian localize dapat diartikan bahwa wisatawan tidak akan memilih destinasi yang jaraknya terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Sedangkan, smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.

BACA JUGA:  Bertualang di Desa Wisata Selasari

“Saya yakin pasca-pandemi kunjungan ke desa wisata akan meningkat. Wisatawan akan lebih memilih destinasi ke tempat terbuka, dan salah satunya ada di desa wisata,” kata Sandiaga.

Dengan potensi tersebut, Sandiaga berharap agar pengelola desa wisata dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut wisatawan pasca-pandemi. Selain dengan meningkatkan kemampuan yang ada, pengelola desa wisata juga diminta untuk lebih memahami penerapan protokol yang ketat dan disiplin.

BACA JUGA:  Genjot Wisata Berbasis Otomotif Untuk Percepat Pemulihan Pariwisata Nasional

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga berkomitmen akan memberikan pendampingan dan pengarahan kepada pengelola desa wisata saat menjalankan tugasnya. Kemenparekraf juga akan menghadirkan travel pattern untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan sehingga mereka dapat meningkatkan periode tinggal di desa wisata.

“Pendekatan big data juga diperlukan di sini dengan menggunakan media sosial sebagai alatnya. Hal ini untuk menangkap minat dari masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata,” ucap Sandiaga.

spot_img

Asian Delight Jelajah Rasa Asia Dalam Satu Malam

Menyambut akhir pekan, ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan pengalaman kuliner yang penuh eksplorasi rasa bertajuk...

Mau Bidik Audien Profesional? Ini Strategi Event yang Terbukti Efektif

Jakarta, Venuemagz.com – Mengisi kursi penonton untuk konser, festival kuliner, atau event publik mungkin...

DXI 2026 Siap Digelar Akhir Bulan Ini dengan Ragam Aktivitas

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions siap menggelar pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI)...

ALLFood Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Perubahan Besar dalam Bisnis Kuliner Indonesia

Tangerang, Venuemagz.com - ALLFood Indonesia 2026 resmi digelar pada tanggal 15–18 April 2026 di...

Peran Penting BCA dalam Memajukan Industri Pariwisata Indonesia

Bank Central Asia (BCA) tidak hanya berperan sebagai salah satu bank swasta terbesar di...

Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal terbaik di dunia. Untuk itu, Badan...

Desa Wisata Dapat Bantuan Rp120 Juta

Pandemi mendisrupsi banyak hal, tak terkecuali cara masyarakat berwisata. Dari yang gemar bertandang ke...