BerandaNewsProgram Desa Wisata Diharapkan Jadi Pandemic Winner

Program Desa Wisata Diharapkan Jadi Pandemic Winner

Published on

spot_img

Program desa wisata yang menjadi unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diharapkan dapat menjadi pandemic winner pasca-COVID-19. Hal ini sejalan dengan perubahan tren wisata pasca-pandemi yang lebih mengutamakan rasa aman, nyaman, bersih, sehat, dan keberlanjutan lingkungan.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa segmentasi pariwisata pasca-pandemi akan lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size. Menurut Sandiaga, keempat konsep tersebut sangat cocok dan dapat diterapkan di desa wisata seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Jember Carnaval Conference 2015

Personalized artinya wisatawan lebih memilih jenis wisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga saja. Lalu, customize diartikan dengan berwisata dengan minat khusus, seperti wisata berbasis alam.

Kemudian localize dapat diartikan bahwa wisatawan tidak akan memilih destinasi yang jaraknya terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Sedangkan, smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.

BACA JUGA:  Tiga Desa Wisata Utama Di Kepulauan Sunda Kecil

“Saya yakin pasca-pandemi kunjungan ke desa wisata akan meningkat. Wisatawan akan lebih memilih destinasi ke tempat terbuka, dan salah satunya ada di desa wisata,” kata Sandiaga.

Dengan potensi tersebut, Sandiaga berharap agar pengelola desa wisata dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut wisatawan pasca-pandemi. Selain dengan meningkatkan kemampuan yang ada, pengelola desa wisata juga diminta untuk lebih memahami penerapan protokol yang ketat dan disiplin.

BACA JUGA:  DatascripMall.ID Hadirkan Promo 1st SaleVersary

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga berkomitmen akan memberikan pendampingan dan pengarahan kepada pengelola desa wisata saat menjalankan tugasnya. Kemenparekraf juga akan menghadirkan travel pattern untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan sehingga mereka dapat meningkatkan periode tinggal di desa wisata.

“Pendekatan big data juga diperlukan di sini dengan menggunakan media sosial sebagai alatnya. Hal ini untuk menangkap minat dari masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata,” ucap Sandiaga.

Lampaui Target, TEI 2026 Catatkan Potensi Transaksi US$ 22,94 Miliar dan 45.287 Pengunjung

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com - Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 telah sukses digelar dan resmi...

Eastern Indo Collective Promosikan Pesona Indonesia Timur Lewat Festival Musik di Korea Selatan 

Sleman, Venuemagz.com - Gelombang energi dan denyut budaya Indonesia Timur siap mengguncang panggung musik...

Archipelago Hotels Perluas Jaringan di Semarang Lewat Kehadiran fave+ Hotel Banyumanik

Semarang, Venuemagz.com – Archipelago Hotels terus memperkuat ekspansinya di Jawa Tengah melalui pembukaan fave+...

IIMS Garage Balikpapan 2026 Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif Kalimantan

Balikpapan, Venuemagz.com – Dyandra Promosindo kembali menggelar IIMS Garage Balikpapan 2026 pada 21-25 Oktober...

Peran Penting BCA dalam Memajukan Industri Pariwisata Indonesia

Bank Central Asia (BCA) tidak hanya berperan sebagai salah satu bank swasta terbesar di...

Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Halal di 3.000 Desa Wisata

Pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal terbaik di dunia. Untuk itu, Badan...

Desa Wisata Dapat Bantuan Rp120 Juta

Pandemi mendisrupsi banyak hal, tak terkecuali cara masyarakat berwisata. Dari yang gemar bertandang ke...